Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Panjang Maulid, Wisata Pantai Sawarna dan Kawasan Adat Baduy Tutup

Dalam perda itu termaktub pemberian sanksi denda bagi warga yang melanggar protokol kesehatan sebesar Rp150.000 dan pelaku usaha RP25 juta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  11:34 WIB
Warga Baduy. - Antara
Warga Baduy. - Antara

Bisnis.com, LEMBAK - Bupati Lebak, Provinsi Banten Iti Octavia Jayabaya menyatakan menutup seluruh lokasi tujuan wisata saat liburan panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 guna mencegah penularan Covid-19.

"Penutupan lokasi tujuan wisata di Kabupaten Lebak mulai tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2020," katanya di Lebak, Sabtu (24/10/2020).

Ia menegaskan lokasi tujuan wisata tersebut dipastikan akan banyak dikunjungi wisatawan sehingga terjadi kerumunan dan berpotensi meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Selama ini, kata dia, pemerintah daerah bekerja keras guna mengendalikan penularan virus corona jenis baru penyebab Covid-19 dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Dalam perda itu termaktub pemberian sanksi denda bagi warga yang melanggar protokol kesehatan sebesar Rp150 ribu dan pelaku usaha RP25 juta.

Selain itu juga Pemerintah Kabupaten Lebak sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai dengan 19 November 2020.

"Saya kira penutupan wisata itu sesuai keputusan Pemprov Banten melalui perpanjangan PSBB," katanya.

Bupati menyebutkan, lokasi wisata saat liburan panjang yang ditutup itu di antaranya Pantai Sawarna dan kawasan adat masyarakat Baduy.

Ia mengatakan bahwa kedua lokasi wisata tersebut sudah mendunia dan menjadikan kebanggaan masyarakat Kabupaten Lebak dan Banten.

"Kami menutup lokasi wisata itu guna mencegah penularan COVID-19, karena liburan panjang dipastikan akan banyak kerumunan," demikian Iti Octavia Jayabaya.

Dalam perkembangan lain, omzet pendapatan pelukis di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sejak delapan bulan terakhir ini cukup merosot tajam ditengah pandemi Covid-19.

"Kami merasa bingung sejak pandemi Covid-19 omzet menurun drastis," kata Reo (35) seorang pelukis saat ditemui di Galeri Komunitas Momonon di Jalan Multatuli Rangkasbitung, Kabupaten Lebak,

Para pelukis seni di Kabupaten Lebak itu sangat terpukul akibat pandemi Covid-19,terlebih saat ini diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selama masa PSBB itu, tentu kegiatan ekonomi dibatasi, sehingga berdampak terhadap pendapatan. Selama ini, kata dia, pelukis hanya beberapa permintaan pesanan dalam sebulan juga terkadang tidak ada.

"Kami paling bantar saat pandemi Corona bisa menghasilkan pendapatan Rp1 juta,padahal biasanya mencapai Rp10 juta/bulan," katanya menjelaskan.

Menurut dia, penghasilan dari aneka lukisan sudah tidak bisa dijadikan andalan ekonomi keluarga dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top