Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Durian Tiba, Pendapatan Petani Lebak pun Terangkat. Satu Pohon Diborong Rp2 juta

Pendapatan petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sejak dua pekan terakhir cenderung meningkat karena memasuki musim panen durian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Januari 2019  |  11:41 WIB
Musim Durian Tiba, Pendapatan Petani Lebak pun Terangkat. Satu Pohon Diborong Rp2 juta
Pekerja memeriksa buah durian di kebun. - ANTARA/Oky Lukmansyah
Bagikan

Bisnis.com, LEBAK – Pendapatan petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sejak dua pekan terakhir cenderung meningkat karena memasuki musim panen durian.

"Kami panen durian tahun ini menghasilkan uang Rp100 juta dari penjualan 50 pohon. Pohon durian itu diborong tengkulak Rp2 juta per pohon," kata H Supatma, seorang petani Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak, Senin (7/1/2018), seperti dilaporkan Antara.

Panen durian di wilayahnya cukup membantu pendapatan ekonomi petani sehingga memberikan kesejahteraan keluarga.

Selain itu juga panen durian menyerap tenaga kerja lokal karena warga bisa bekerja mulai pengangkut durian dari hutan ke atas kendaraan juga pemanjat pohon.

Saat ini, banyak para tengkulak dari luar daerah memborong durian petani di atas pohonnya.

Panen durian itu nantinya dipasok ke Pasar Rangkasbitung juga ke luar daerah, seperti Tangerang, DKI Jakarta, Bekasi Bogor, Cianjur hingga Indramayu.

Sebab, durian Kabupaten Lebak memiliki kualitas dengan rasa manis, beraroma juga buahnya tebal.

"Kami panen tahun ini termasuk beruntung karena cukup banyak buahnya," katanya.

Sarmin (45) seorang warga Badui di Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak mengaku bahwa panen durian tahun ini cukup menguntungkan pendapatan petani dibandingkan tahun lalu.

Sebab, buah durian begitu lebat di atas pohon dan tengkulak memborong rata-rata antara Rp2 sampai 4 juta per pohon.

"Kami menjual buah durian seharga Rp2 juta per pohon dengan jumlah 100 pohon maka menghasilkan pendapatan Rp200 juta. Pendapatan sebesar itu tentu dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya menjelaskan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna, mengatakan panen durian tentu pendapatan ekonomi petani meningkat juga nilai transaksi bisa mencapai miliaran rupiah per hari.

Kemungkinan panen durian tahun ini bisa berlangsung hingga Maret-April 2019.

Pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas durian dengan mengembangkan benih durian yang memiliki sertifikasi.

Kebanyakan durian di Kabupaten Lebak durian lokal, sehingga perlu dikembangkan benih berkualitas itu.

Sentra penghasil durian di Kabupaten Lebak antara lain Kecamatan Leuwidamar, Muncang, Lebak Gedong, Cirinten, Bojongmanik, Gunungkencana, Sobang, Cikulur, Cipanas dan Cigemblong.

Mereka petani mengembangkan perkebunan durian di lahan dataran tinggi di atas 500 meter dari permukaan laut.

"Kami yakin musim durian itu dapat mendongkrak pendapatan ekonomi petani," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

durian lebak

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top