Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyelundupan Benih Lobster Rp23 Miliar di Merak Digagalkan

Pengiriman benih bening lobster/benur (baby lobster) dari Pelabuhan Ratu, Bayah dan Binuangeun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juni 2021  |  22:33 WIB
Barang bukti 90.000 bibit lobster (baby lobster) tangkapan Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten. - Antara/Humas Polda Banten.
Barang bukti 90.000 bibit lobster (baby lobster) tangkapan Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten. - Antara/Humas Polda Banten.

Bisnis.com, CILEGON - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten gagalkan upaya penyelundupan 90.000 bibit lobster (baby lobster) yang diperkirakan mengakibatkan kerugian negara Rp23 miliar.

Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Rustam Mansyur melalui Wadir Polairud Polda Banten AKBP Abdul Majid kepada wartawan di Cilegon, Sabtu (12/6/2021), menjelaskan penangkapan dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan Eksekutif Merak, Cilegon Banten pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

"Iya benar, tadi malam sekira jam 03.00 WIB Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten yang dipimpin langsung Kasubdit Gakkum Kompol Winarno telah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan minibus merk Hyundai H-1 CRDI AT warna putih dengan Nopol B 1454 BB yang diduga akan menyelundupkan puluhan ribu benih bening lobster/benur (baby lobster), melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak Cilegon Banten," katanya.

Abdul Majid menambahkan pengungkapan kasus penyelundupan bibit lobster tersebut berawal adanya laporan dari masyarakat.

"Penangkapan ini berdasarkan dari laporan masyarakat. Kami mendapat informasi bahwa ada pengiriman benih bening lobster/benur (baby lobster) dari Pelabuhan Ratu, Bayah dan Binuangeun yang akan dikirim melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak menuju Pulau Sumatera. Berdasarkan informasi tersebut anggota langsung bergerak cepat," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, petugas menemukan barang bukti berupa 15 box sterofoam yang berisi benih bening lobster/benur (baby lobster) kurang lebih 90.000 ekor jenis mutiara dan pasir.

Berdasarkan keterangan sopir, yang berinisial M muatan tersebut akan dikirim ke Kota Palembang, Sumatra Selatan.

"Tadi kita juga sudah cek bahwa pengiriman bibit lobster ini tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah. Sehingga merugikan negara sebesar Rp23 miliar," ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, kata Majid, tersangka dijerat dengan Undang-Undang 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp8 miliar.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengapresiasi pengungkapan kasus penyeludupan bibit lobster oleh Ditpolairud Polda Banten.

"Saya sangat mengapresiasi atas kerja keras Ditpolairud Polda Banten yang telah berhasil menggagalkan penyeludupan bibit lobster ini. Dan ini merupakan pencapaian yang luar biasa," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten penyelundupan Lobster

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top