Banjir Pandeglang, Sungai Cipunten Harus Dinormalisasi

Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta daerah aliran Sungai Cipunten yang menimbulkan banjir di permukiman warga Teluk hingga mencapai 3 meter dinormalisasi.
Newswire | 04 Januari 2019 16:23 WIB
Banjir di Banten pada Selasa (1/1/2019). - Antara/M. Bagus Khoirunas

Bisnis.com, PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta daerah aliran Sungai Cipunten yang menimbulkan banjir di permukiman warga Teluk hingga mencapai 3 meter dinormalisasi.

"Kewenangan normalisasi Sungai Cipunten itu Pemerintah Provinsi Banten," kata Irna saat memimpin Rapat Koordinasi Tanggap Darurat di Posko Penanggulangan Bencana Tsunami di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Jumat (4/1/2019).

Pemerintah daerah sudah mengusulkan permintaan Sungai Ciujung dilakukan normalisasi karena kerap kali menimbulkan banjir. Bahkan, banjir 4 hari lalu merendam ratusan rumah warga Teluk, Kecamatan Labuan.

Selama ini, Sungai Cipunten merupakan kewenangan Pemprov Banten. "Kami minta Gubernur Banten Wahidin Halim dapat merealisasikan normalisasi sungai itu," katanya menjelaskan.

Menurut dia, saat ini kondisi Sungai Cipunten mengalami pendangkalan, sehingga arus air tidak berjalan lancar. Apalagi, saat musim hujan terkadang meluap ke permukaan warga hingga menimbulkan banjir. Selain itu juga banyak gulma-gulma dan sampah akibat terjadi pendangkalan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemprov Banten merealisasikan normalisasi sungai guna mencegah terjadi bencana banjir. "Kami menerima laporan banjir setinggi 3 meter itu akibat sampah perahu yang diterjang tsunami."

Sejumlah warga Teluk mengaku bahwa Sungai Cipunten itu mengalami pendangkalan dan menimbulkan banjir jika hujan terus menerus. Penyebab banjir itu akibat arus air tidak optimal berjalan, terlebih adanya sampah.

"Kami mendesak pemerintah agar melaksanakan pembngunan normalisasi Sungai Cipunten agar tidak menimbulkan banjir," kata Herman, warga Teluk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, pandeglang

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top