Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Universitas Indonesia Dampingi Keluarga Penderita Kusta

Disabilitas pada penderita kusta tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berdampak juga pada sosial ekonomi dan psikologis penderita dan keluarganya.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 31 Oktober 2022  |  21:54 WIB
Universitas Indonesia Dampingi Keluarga Penderita Kusta
Mycobacterium leprae, bakteri penyebab kusta - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA- Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia melakukan pendampingan terhadap keluarga penderita kusta.

Kegiatan ini dilakukan melalui program kerja tahunan yang dilaksanakan oleh sebuah tim yang bervisi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tim tersebut bernama Katamataku UI yang dipimpin oleh Yunia Irawati. Sosok yang berprofesi sebagai dokter itu mengatakan bahwa disabilitas pada penderita kusta tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berdampak juga pada sosial ekonomi dan psikologis penderita dan keluarganya.

"Anak-anak penderita kusta yang malu ke sekolah karena takut diejek teman-temannya dan diskriminasi peluang kerja akibat kekeliruan persepsi merupakan hal-hal yang dapat menciptakan kemiskinan," ujarnya, Senin (31/10/2022).

Yunia menuturkan sejak 2019 sampai saat ini, timnya telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat yaitu pelatihan kewirausahaan dan penanganan disabilitas pada penderita Kusta di pemukiman Sitanala, sekaligus membangun desa binaan di RT 01 RW 13 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Tangerang, Banten, dengan memberdayakan eks penderita kusta, keluarga, dan warga di sekitar penderita kusta.

Program ini telah diselenggarakan tahun lalu. Baru-baru ini, timnya telah memberikan kaca mata gratis untuk mencegah gangguan penglihatan kepada 14 anak dan 3 orang dewasa yang memiliki gangguan penglihatan.

"Kesehatan mata anak sebagai generasi penerus bangsa seringkali terabaikan, khususnya pada populasi sosio ekonomi menengah ke bawah, untuk mencegah gangguan yang lebih progresif penting diberikan kacamata," katanya.

Kegiatan tim ini, tuturnya, merupakan program berkelanjutan jangka panjang, hingga setelah diimplementasikan pada para penderita kusta, keluarga dan masyarakat di komunitas tersebut diharapkan siap menjadi kampung yang sehat dan produktif.

OYPMK atau Orang Yang Pernah Menderita Kusta di Kampung Sitanala maupun di Karangsari, Tangerang, Banten rata–rata berpendidikan rendah dan 46 persen penderita tidak bekerja.

Untuk meningkatkan kesejahteraan tim juga menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan untuk usia produktif melalui pelatihan budidaya udang lobster dan mengembangkan produksi tanaman pangan hidroponik termasuk pelatihan pengemasan hasil panen serta pemasarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kusta banten universitas indonesia
Editor : Thomas Mola
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top