Sekitar 84 Persen Sampah di Sungai Cisadane dari Limbah Domestik

Fakri Wahyudi, Kepala Bidang Tata Air Dinas PUPR Kota Tangerang mengatakan kondisi sungai Cisadane saat ini berada di tahap tiga yang berarti kondisinya cukup parah.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 26 September 2019  |  02:55 WIB
Sekitar 84 Persen Sampah di Sungai Cisadane dari Limbah Domestik
Warga beraktivitas di permukiman yang terletak di bantaran Sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/10). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA -- Sungai telah menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian hingga industri. Sayangnya, tidak sedikit sungai di Indonesia yang telah tercemar, salah satunya sungai Cisadane.

Fakri Wahyudi, Kepala Bidang Tata Air Dinas PUPR Kota Tangerang mengatakan kondisi sungai Cisadane saat ini berada di tahap tiga yang berarti kondisinya cukup parah.
Sebagian besar atau sekitar 84 persen limbah yang ada di sungai Cisadane berasal dari sampah domestik.

Selain itu, peningkatan ancaman deforestasi dapat mengakibatkan erosi tanah sehingga semakin memperburuk kualitas air.

"Sampah yang menumpuk di sungai akan mengancam keanekaragaman hayati laut Indonesia. Selain itu juga akan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup komunitas sekitar," ujarnya, Rabu (25/9/2019).

Melihat kondisi tersebut, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang) bersama Klub Arung Jeram Cisadane, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara melibatkan lebih dari 100 sukarelawan dan masyarakat sekitar sungai Cisadane membersihkan berton-ton sampah domestik di hulu Cisadane.

Sampah kemudian disortir lalu dipindahkan ke fasilitas daur ulang sekaligus dalam rangka World Clean Up Day 2019.Kegiatan bersih sungai ini akan membersihkan sepanjang 7,5 km di hulu Cisadane yang berdampak pada 1,7 miliar orang yang tinggal di sekitar sungai Cisadane.

“Sebagai perusahaan multi minuman, air adalah bahan baku yang sangat penting bagi kami serta banyak orang, dan kami percaya dengan gerakan kecil yang dilakukan bersama dengan komunitas sekitar akan menghasilkan efek yang besar dalam melindungi sumber air,” ujar Ika Noviera, Corporate Affairs Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk.

Sementara itu, Sally Kailola, Head of People, Nature, and Partnership Yayasan Konservasi Alam Nusantara, afiliasi The Nature Conservancy mengatakan bahwa sungai sebagai garda terdepan sebelum limbah mengalir ke laut.

"Limbah yang ada di sungai berasal dari lingkungan tempat kita tinggal, area umum, dan area industri yang dengan sengaja membuang limbahnya. Ini artinya sampah akan menumpuk pada tepi sungai dan mengalir ke laut apabila tidak ada dari kita yang mengambil tindakan,” ujarnya.

Kegiatan bersih-bersih sungai Cisadane pada World Clean Up Day 2019 merupakan bagian dari program Multi Bintang bernama Brewing a Better Indonesia yang juga sejalan dengan United Nations Sustainable Development Goals. Programnya terdiri dari perlindungan sumber air, pengurangan emisi karbon, dan tumbuh bersama masyarakat.

“Kami sangat bangga sekali bisa bekerjasama dengan Multi Bintang untuk mendukung pihak pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals dan air adalah salah satunya,” ujar Sally.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sungai cisadane

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top