Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bantuan Sosial Pemerintah Membantu Ekonomi Warga Lebak

Penyaluran dana permodalan itu agar pelaku usaha bisa kembali normal untuk perguliran ekonomi di masyarakat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2020  |  05:52 WIB
Warga penerima menunjukkan uang Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor POS Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Kementerian Keuangan telah merealisasikan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 16 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36,6 persen dari pagu Rp695,2 triliun. - Antara/Adeng Bustomi
Warga penerima menunjukkan uang Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor POS Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Kementerian Keuangan telah merealisasikan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 16 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36,6 persen dari pagu Rp695,2 triliun. - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak optimis dana bantuan sosial yang digulirkan pemerintah akibat dampak pandemi COVID-19 dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat di daerah itu.

"Kami menerima laporan bahwa pelaku usaha kecil kini berkembang setelah menerima dana bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Dharmana Putera di Lebak, Minggu (28/9/2020).

Program dana sosial tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi Covid-19 baik pelaku usaha maupun warga miskin.

Untuk pelaku usaha itu, mereka menerima bantuan penguatan modal melalui Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp2,4 juta.

Penyaluran dana permodalan itu agar pelaku usaha bisa kembali normal untuk perguliran ekonomi di masyarakat.

Sedangkan, kata dia, bantuan untuk warga miskin agar mereka dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok keluarga dengan menerima dana BST dan BLT Rp600 ribu/bulan selama tiga bulan.

Penyaluran bantuan dana sosial tersebut agar tidak menimbulkan kerawanan pangan di masyarakat, namun bantuan itu juga terdapat dijadikan untuk penambahan permodalan.

Kebanyakan dana BST dan BLT dimanfaatkan modal oleh para pelaku usaha kecil, seperti pedagang keliling menjual aneka makanan tradisional, pecel hingga minuman kopi dan warungan.

"Kami tentu bantuan sosial itu sangat terbantu untuk menggulirkan ekonomi masyarakat," katanya menjelaskan.

Menurut dia, saat ini, jumlah warga yang menerima program BST tercatat 144.218 kepala keluarga (KK) dengan bantuan dari APBN dan BLT sebanyak 32.770 KK dari APBD setempat.

Sedangkan, pencairan dari APBD Provinsi Banten sebanyak 9.852 KK masing-masing menerima Rp500 ribu.

Selama ini, kata dia, kehidupan ekonomi warga Lebak relatif baik dan terbukti tidak ditemukan adanya kerawanan pangan. Bahkan, kegiatan ekonomi ekonomi mikro atau pelaku usaha kecil di pedesaan berkembang pesat hingga 24 jam.

"Kami yakin meningkatnya kegiatan ekonomi warga itu akibat dampak bantuan dana sosial Covid-19 itu," ujarnya.

Jubaedah (55) warga Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak mengaku bahwa tingkat ekonomi keluarganya relatif baik dan tidak terdampak Covid-19, karena terbantu dana Rp600.000.

Pencairan dana Rp600.000 digunakan untuk penambahan modal, sehingga berjualan pecel keliling dilakukan pagi dan sore dari sebelumnya hanya pagi. Saat ini, dirinya bisa menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp130.000/hari dari berjualan keliling itu.

"Beruntungnya, kami tidak membeli beras, karena musim panen itu," katanya.

Sementara itu, Yusuf (50) warga Kalanganyar Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya sangat terbantu adanya dana sosial yang diterima sebesar Rp600 ribu itu karena dimanfaatkan untuk modal usaha.

"Kami sekarang bisa mengeruk keuntungan Rp100.000 dari berjualan pisang keliling masuk kampung keluar kampung," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten bansos lebak

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top