Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPBD Lebak: Ribuan Warga Tinggal di Lokasi Rawan Longsor

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan ribuan warga di daerah itubtinggal di lokasi rawan bencana longsoran, sehingga perlu kewaspadaan sehubungan intensitas curah hujan meningkat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Desember 2019  |  22:13 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, LEBAK - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan ribuan warga di daerah itubtinggal di lokasi rawan bencana longsoran, sehingga perlu kewaspadaan sehubungan intensitas curah hujan meningkat.

"Semua lokasi rawan longsoran itu berada di perbukitan, pegunungan dan aliran sungai," kata Kaprawi di Lebak, Kamis (19/12/2019).

BPBD Lebak sudah menyampaikan surat imbauan kepada aparatur kecamatan, desa dan masyarakat.

Sebab, masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana longsoran hingga ribuan kepala keluarga.

Saat ini, kata dia, daerah yang perlu diwaspadai yakni perbukitan, pegunungan dan daerah aliran sungai.

"Kami berharap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana longsor selalu waspada jika curah hujan tinggi," katanya menjelaskan.

Kaprawi menjelaskan, saat ini, lokasi yang masuk kategori langganan longsoran tercatat 15 kecamatan, yakni Kecamatan Lebak Gedong, Cibeber, Cipanas, Cilograng, Muncang, Sobang, Gunungkencana, Bojongmanik dan Cimarga.

Begitu juga Kecamatan Panggarangan, Cihara, Bayah, Cikulur, Rangkasbitung dan Cigemblong, sebab, di daerah itu topografinya perbukitan, pegunungan dan aliran sungai.

Biasanya, kata dia, bencana longsor terjadi karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan adanya pergerakan tanah, terutama dataran tinggi maupun pegunungan.

Selain itu, kata dia, daerah aliran sungai (DAS) berpotensi longsor jika terjadi luapan air.

"Kami berharap warga dapat meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

Sementara itu, warga di Kecamatan Muncang mengaku bahwa masyarakat saat ini melakukan pengamanan swadaya sehubungan curah hujan tinggi.

Pengamanan itu guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material bangunan cukup besar.

"Kami sepekan terakhir ini mengoptimalkan pengamanan jika hujan tinggi selalu mengingatkan warga agar waspada longsor," kata Rohman warga Muncang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top