Lebak Gencarkan Upaya Pencegahan Stunting

Sejumlah puskesmas di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berkomitmen mencegah stunting atau kekerdilan pada anak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  17:32 WIB
Lebak Gencarkan Upaya Pencegahan Stunting
Ilustrasi stunting - Reuters

Bisnis.com, RANGKASBITUNG – Sejumlah puskesmas di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berkomitmen mencegah stunting atau kekerdilan pada anak melalui pemantauan di 24 posyandu tersebar di tiga desa di daerah itu.

"Kita terus mengoptimalkan pencegahan stunting," kata Kepala Puskesmas Kolelet Wetan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Anah Hasanah di Rangkasbitung pada Selasa (29/10/2019).

Berdasarkan hasil penimbangan Agustus 2019, tercatat 65 anak teridentifikasi positif stunting terdiri atas Desa Kolelet  11 anak, Desa Pabuaran 16, dan Desa Sukamanah 38 anak.

Anah mengemukakan pemantauan kasus stunting terus dilakukan agar jumlahnya tidak meningkat. Dia mengutarakan berdasarkan hasil penimbangan balita Februari 2019 tercatat 81 anak teridentifikasi positif stunting.

Namun, bekerja keras petugas medis dan relawan posyandu hingga penimbangan anak Agustus 2019 menurun menjadi 65 anak.

"Kami yakin penimbangan Februari 2020 dipastikan anak yang mengalama kekerdilan menurun," ungkapnya.

Menurut Anah, pihaknya mengoptimalkan pencegahan kasus kekerdilan pada anak dengan memberikan makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil serta suplemen nutrisi kepada remaja putri dan ibu hamil.

Petugas juga melakukan sosialisasi kepada pelajar,sekaligus memberikan tablet tambah daear (TTD) itu.

Selain itu, seluruh ibu hamil menjalani setidaknya empat kali pemeriksaan kesehatan hingga persalinan.

Namun, pihaknya pencegahan kekerdialan anak itu mengutamakan 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan berusia 275 hari sampai 730 hari setelah kelahiran merupakan masa sangat penting untuk pencegahan masalah gizi dan gangguan pertumbuhan anak.

Selanjutnya, kata Anah, petugas juga melakukan pemantauan tumbuh kembang anak tersebut dengan melibatkan posyandu.

"Kami berkomitmen untuk melakukan pencegahan karena Lebak menjadikan kasus stunting tertinggi," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Program Gizi Puskesmas Kalanganyar Lebak Rena Kurnia Febriana mengatakan diwilayahnya kerjanya terdapat ibu hamil mengalami kurang energi kronik (KEK) tercatat 42 orang setelah dilakukan lingkar lengan atas hanya 23,50 sentimeter dengan berat badan 45 kilogram.

Ibu hamil yang masuk kategori KEK tentu akan melahirkan anak stunting akibat kekurangan nutrisi gizi.

Jumlah balita di Kecamatan Kalanganyar tercatat 3.315 anak dan di antaranya 34 balita teridentifikasi stunting.

"Kami memfokuskan penanganan ibu hamil yang mengalami KEK dan anak stunting dengan pemberian makanan tambahan dan pemberian TTD," kata Rena.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stunting, lebak

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top