Dimodali Rp50 Miliar, PT Agrobisnis Banten akan Beroperasi 2020

“Pembangunan ekonomi daerah berbasis hasil produksi pertanian dan kehutanan. Tahun depan dibangun pasar induk dan BUMD agrobisnis sudah mulai berjalan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso di Serang, Kamis (17/10/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  13:02 WIB
Dimodali Rp50 Miliar, PT Agrobisnis Banten akan Beroperasi 2020
Petani membersihkan gabah - Antara

Bisnis.com, SERANG – Perusahaan daerah yang bergerak di bidang agribisnis milik Pemerintah Provinsi Banten ditargetkan beroperasi mulai 2020. Badan usaha milik daerah (BUMD) itu merupakan amanat Perda No 11 Tahun 2019.

Adapun modal awal PT Agrobisnis Banten yang sudah dianggarkan dalam APBD Banten Tahun 2020 sekitar Rp50 miliar.

“Pembangunan ekonomi daerah berbasis hasil produksi pertanian dan kehutanan. Tahun depan dibangun pasar induk dan BUMD agrobisnis sudah mulai berjalan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso di Serang, Kamis (17/10/2019), dikutip Antara.

Sebagai komitmen dan keseriusan atas rencana tersebut, kata Babar, dalam APBD Banten Tahun 2020 dianggarkan untuk modal PT Agrobisnis Banten tahun pertama sebesar Rp50 miliar dari keseluruhan kebutuhan modal untuk perusahaan daerah tersebut sebesar Rp300 miliar.

“Dalam kajiannya seluruh kebutuhan modal perusahaan PT Agrobisnis Banten sebesar Rp300 miliar termasuk modal tetap dan modal dasar,” imbuhnya.

Pemprov berharap dengan pembentukan perusahaan daerah tersebut bisa memacu pertumbuhan ekonomi berbasis agribisnis di Banten. Sekaligus bisa mengurangi angka pengangguran di Banten menjadi 7 persen.

“Jika masyarakat di desa-desa bisa tetap bekerja di sektor agribisnis dengan adanya pembinaan dari BUMD, maka saya yakin mereka tidak akan mencari pekerjaan di kota.”

Nantinya BUMD tersebut akan menyerap gabah kering panen petani dengan harga yang sesuai dan kemudian dikelola serta menjadi stok pasar induk.

“Gabah kering panen dari petani bisa dihargai lebih tinggi oleh BUMD dan bisa menjadi beras premium untuk kebutuhan masyarakat Banten,” katanya.

Menurutnya, tahun depan gabah-gabah petani sudah bisa mulai ditampung oleh BUMD. Dengan adanya perusahaan ini akan bisa menjamin pasokan kebutuhan beras dan stabilisasi harga beras.

Ke depan, tak hanya mengurus soal beras saja, juga komoditas lainnya yang bisa dihasilkan oleh Banten seperti jagung, kopi, cokelat, manggis dan produk lain dari sektor pertanian dan kehutanan.

Saat ini sudah ada sekitar 148 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang sudah terbina, dengan anggota masing-masing gapoktan sekitar 60 sampai 90 orang petani yang bisa secara terus-menerus bekerja sama dan memperoleh pembinaan dari perusahaan daerah.

“Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik saja. Komoditi yang bernilai ekonomi tinggi seperti kulit melinjo, manggis juga bisa diekspor. Kemarin juga melalui pihak lain sudah ekspor ke China,” kata Babar.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan bahwa terkait pembentukan perusahaan daerah PT Agrobisnis Banten difokuskan  untuk mendukung pembangunan sektor pertanian.

“Untuk modal PT Agrobisnis ini direncanakan sebesar Rp300 miliar, pada APBD 2020 dianggarkan sebesar Rp50 miliar dan Raperda penyertaan modalnya sedang dalam proses penyusunan,” kata Wahidin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banten

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top