PHRI Nilai Bangli Butuh Infrastruktur Listrik, Jalan dan Telekomunikasi

PHRI Bangli menilai wilayah mereka membutuhkan peningkatan infrastruktur jalan, listrik dan telekomunikasi untuk mengangkat potensi pariwisata.
Feri Kristianto | 30 Desember 2018 16:02 WIB
Sejumlah wisatawan berendam di kolam air panas Toya Devasya di kawasan Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali, Sabtu (29/12/2018). Kunjungan wisatawan ke destinasi wisata pemandian air panas alami dengan pemandangan Danau Batur tersebut meningkat sekitar 200 persen menjadi sekitar 2.000 orang wisatawan per hari selama musim libur akhir tahun. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – PHRI Bangli menilai wilayah mereka membutuhkan peningkatan infrastruktur jalan, listrik dan telekomunikasi untuk mengangkat potensi pariwisata.

Ketua PHRI Bangli Ketut Mardjana menyatakan akibat rendahnya penyediaan ketiga infrastruktur tersebut, pariwisata di daerah ini jauh tertinggal dibandingkan daerah lain. Pariwisata sebenarnya merupakan jawaban tepat mengangkat perekonomian daerah satu satunya di Bali yang tidak memiliki garis pantai ini.

"Ini kegelisahan kami pelaku pariwisata di Bangli, dari timur barat utara daerah ini punya potensi pariwisata tapi kalah dengan infrastruktur," jelasnya ditemui di Kintamani, Jumat (29/12/2018).

Mantan Dirut PT Pos Indonesia ini mencontohkan di daerah Danau Batur, akses telekomunikasi seluler masih belum merata. Kadang ada lokasi yang sinyal mudah diperoleh, tetapi di daerah lain susah mendapatkan sinyal. Alhasil pelaku pariwisata harus merogok kocek lebih besar untuk menyediakan layanan internet nirkabel.

Menurutnya, situasi seperti itu jika dibiarkan berlarut-larut akan merugikan Kabupaten Bangli. Wisatawan bagaimanapun juga membutuhkan ketiga akses tersebut untuk dapat menjalani liburan dengan tenang. Komunikasi, penyediaan energi listrik hingga akses jalan mutlak dibutuhkan.

"Kalau sinyal susah, bagaimana mereka jika ada mengalami kondisi tertentu bisa dihubungi? Ke sini akhirnya tidak mau mereka," jelasnya.

Kondisi ini, kata Mardjana, sudah dilaporkan kepada Pemkab Bangli agar mendapatkan perhatian. Dia menilai percepatan penyediaan fasilitas itu sudah sangat mendesak demi mengangkat pariwisata Bangli. Selain ketiga kebutuhan itu, Bangli juga perlu segera merumuskan cetak biru pariwisata daerah.

Meski tidak memiliki garis pantai, Bangli mempunyai beragam objek wisata yang potensi diangkat sangat besar. Belum adanya cetak biru pariwisata menyebabkan fokus daerah dalam mendulang pendapatan daerah dari sektor ini belum maksimal.

"Padahal potensi PAD pariwisata sangat besar, kami butuh segera memiliki cetak biru agar tahu mau dikemanakan pariwisata Bangli," jelas owner Toya Devasya Wellness and Resort ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top