Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI BANTEN: Serapan Melemah untuk 3 Status Pekerjaan Ini

Penyerapan penduduk Banten untuk bekerja di tiga status pekerjaan utama mengalami penurunan pada Agustus 2015 secara year on year.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 17 November 2015  |  12:40 WIB
Buruh di pabrik PT Jaba Garmindo - knittingindustry.com
Buruh di pabrik PT Jaba Garmindo - knittingindustry.com

Bisnis.com, TANGERANG—Penyerapan penduduk Banten untuk bekerja di tiga status pekerjaan utama mengalami penurunan pada Agustus 2015 secara year on year.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi menyebutkan status pekerjaan utama yang dimaksud ialah mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tetap, dan pekerja bebas.

Mereka yang berusaha sendiri jumlahnya turun 7,85% menjadi 728.000 orang. Untuk usaha yang dibantu buruh tetap susut 9,74% ke level 139.000 orang. Sementara pekerja bebas kuantitasnya berkurang 5,20% menjadi 456.000 orang.

“Di Banten status yang jumlahnya tertinggi adalah pekerja yang berstatus buruh atau karyawan,” ucap Suhaimi mengutip data BPS, Selasa (17/11/2015).

Pekerja berstatus buruh atau karyawan jumlahnya mencapai 2,83 juta orang. Angka ini meningkat 1,72% dari 2,78 juta orang pada Agustus tahun lalu.

Secara keseluruhan masih ada dua status pekerjaan lagi yaitu berusaha dibantu buruh tidak tetap dan pekerja keluarga/tidak di bayar. Masing-masing menyerap 728.000 pekerja dan 298.000 pekerja pada bulan ke delapan tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lapangan kerja Ekonomi Banten
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top