Kota Tangsel Hingga Memasuki Usianya ke-9 Belum Memiliki Jati Diri

Kota Tangerang Selatan hingga memasuki usianya yang ke-9 pada 2017 belum menemukan jati dirinya yang diharapkan nanti berbasis nilai-nilai ekonomi dan budaya.
Nurudin Abdullah | 22 November 2017 22:02 WIB
Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie sebagai keynot speaker seminar bertema Pembangunan Tangsel kota kreatif berbasis ekonomi dan budaya, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tangsel di BSD, Tangsel, Rabu (22/11/2017). - JIBI/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, TANGSEL- Kota Tangerang Selatan hingga memasuki usianya yang ke-9 pada 2017 belum menemukan jati dirinya yang diharapkan nanti berbasis nilai-nilai ekonomi dan budaya.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan pihaknya memandang sangat penting bahwa Tangsel sebagai daerah baru yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No.51 Tahun 2008 harus segera menemukan jati dirinya.

“Kita [pemerintah, pengusaha, dan masyarakat] memang harus terus berusaha menemukan budaya Tangsel sejatinya apa. Sebagai daerah baru ini perlu, kalau belum ada, ya harus ditemukan,” katanya, Rabu (22/11/2017).

Dia mengungkapkan hal itu dalam seminar bertema Pembangunan Tangsel kota kreatif berbasis ekonomi dan budaya, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tangsel di BSD, Tangsel.

Menurutnya, Tangsel memiliki sumber daya bukan dari alam yang luar biasa antara lain jumlah penduduk sampai saat ini 1,4 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan 3,4% per tahun, dan diperkirakan pada 2030 bertambah menjadi 3 juta jiwa.

Pertumbuhan jumlah mahasiswa di wilayah Tangsel juga cukup signifikan, diantarnya yang kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Muhammadiyah Jakarta, Institut Teknologi Indonesia (ITI).

Serta letak georafis Tangsel berdampingan Lebak Bulus Jakarta Selatan, Cinangka Depok dan Bogor, serta Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Juga akses jalannya dari dan ke luar kota serta dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Benyamin mengakui selama 5 tahun pertama kepemimpanannya berasama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mengatakan pembangunan di Tangsel hanya fokus pada satu perspektif yaitu fisik konstruksi yang sedang dibutuhkan.

“Jadi, pembanguna fisik konstruksi belum diikuti dengan pembangunan kulturalnya.  makanya kami kecewa, jalan sudah dibangun bagus, tetapi beberapa pengendara motor masih menerobos dengan melawan arus lalu lintas,” ujarnya

Sementara itu Sukron Kamil, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan Pemkot Tangsel perlu membangun perpustakaan umum dan mengoptimalkan peran perguruan tinggi untuk melahirkan masyarakat madani dengan tingkat pendidikan yang lebih baik untuk mendukung bagi pembangunan di kota Tangsel.

Tag : tangerang selatan, budaya
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top