Tangsel Perkuat Kelembagaan Forum CSR

Oleh: Amanda Kusumawardhani 16 Desember 2016 | 22:53 WIB
Tangsel Perkuat Kelembagaan Forum CSR
Ilustrasi

Bisnis.com, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kelembagaan forum corporate social responsibility (CSR) di kawasan ini.

Pasalnya, forum CSR saat ini belum banyak diikuti oleh perusahaan, sedangkan Kota Tangerang Selatan sendiri merupakan pusat perdagangan dan jasa. Untuk itu, pemkot terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan pengusaha untuk terlibat aktif dalam forum ini.

“Forum CSR sudah berlangsung selama dua tahun. Sudah banyak kegiataan yang dilakukan misalnya bedah rumah, pembangunan rumah pintar, dan lain sebagainya. Ini akan terus kita perkuat kelembagaan sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” kata kata Eddy AN.Malonda, Staf Ahli bidang Pembangunan Tangsel kepada Bisnis, Jumat (16/12).

Dirinya mengemukaan belum banyak pemerintah kabupaten/kota yang mendirikan forum CSR sehingga Tangerang Selatan dijadikan kota percontohan implementasi forum CSR.

Dalam menjalankan kegiatannya, forum CSR selalu berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Tangsel dan Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Tangsel untuk menyingkronkan kegiatan CSR dari perusahaan dengan kegiatan pemerintah.

“Koordinasi itu selalu dilakukan karena Bappeda dan KPMD memiliki data cukup detil mengenai Kota Tangsel dan supaya kegiataan CSR perusahaan bisa berjalan beriringan dengan pemkot,” tukasnya.

Untuk mendukung upaya penguatan kelembagaan CSR di Tangsel, DPRD Tangsel juga berencana membahas peraturan daerah (perda) yang nantinya akan menjadi payung hukum forum CSR tersebut.

“Saya belum tahu targetnya kapan, intinya perdanya sedang dibahas. Forum CSR ini juga merupakan proyek percontohan di Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia [Apeksi],” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala KPMD Tangsel Oting Ruhiyat menjelaskan koordinasi antara instansi terkait dengan para pengusaha mencegah agenda kegiatan bertabrakan dengan agenda pemerintahan.

Dirinya menambahkan forum CSR memiliki beragam kegiatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk pembangunan rumah yang layak. Di saat yang sama, pemerintah sendiri memiliki keterbatasan anggaran sehingga forum CSR diharapkan dapat menjadi agen perubahan di Tangsel.

“Jumlah anggota forum SCR juga cukup sedikit yakni hanya 200 perusahaan. Padahal jumlah perusahaan yang ada di Tangsel mencapai ratusan unit,” lanjutnya.

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya