Genjot Pariwisata, Banten Selatan Dipercantik

Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus membenahi infrastruktur Banten selatan dalam rangka memfasilitasi akses menuju kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung dan sejumlah atraksi pariwisata di kawasan tersebut.
Amanda Kusumawardhani | 21 Maret 2016 12:16 WIB
Pantai Sawarna - indonesia.travel

Bisnis.com, TANGERANG - Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus membenahi infrastruktur Banten selatan dalam rangka memfasilitasi akses menuju kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung dan sejumlah atraksi pariwisata di kawasan tersebut.

Pada tahun ini, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran hingga Rp900 miliar untuk membangun sejumlah infrastruktur guna meningkatkan daya tarik Banten sebagai pusat industri dan pariwisata.

Adapun, pembenahan infrastruktur akan diprioritaskan untuk tujuh ruas jalan yakni Cipanas-Warung Banten, Tanjung Lesung, Sempu-Cilaku, Pariji-Sukamana, Lopang- Banten, Ciluas-Pontang, dan Serpong,

“Pembangunan jalan milik Provinsi di Banten Selatan [Saketi – Banjarsari - Malingping sepanjang 53 KM telah mencapai 90%. Dengan adanya jalan ini, maka akses Serang ke kawasan Banten selatan bisa ditempuh hanya dua jam karena sebelumnya mencapai empat sampai lima jam,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Hadi Soeryadi kepada Bisnis, Senin (21/3/2016).

Selain itu, Pemprov Banten tengah menanti hasil tender proyek pembangunan jalan Tanjung Lesung-Sumur sepanjang 27 km.

Pada tahun ini pembangunan akan dilakukan di sepanjang 4 km, sebelumnya jalan sepanjang 8 km juga sudah dibangun.

Menurutnya, pembangunan jalan sepanjang 27 km itu akan dilakukan bertahap setiap tahunnya.

Jika jalan tersebut sepenuhnya telah selesai, dirinya menjelaskan jalan tersebut bisa langsung terhubung dengan jalan nasional.

Sementara itu, Rano mengungkapkan beberapa titik infrastruktur keadaannya masih rusak seperti di Jembatan Bolang Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak dan beberapa titik lainnya, tetapi kerusakan ini sedang dalam perbaikan dan tidak cukup signifikan jumlahnya.

Tak hanya itu, Rano menambahkan terdapat beberapa titik yang memerlukan penanganan khusus, misalnya longsoran tebing yang mengancam kondisi jalan.

"Saya belum mengetahui secara teknis menyelesaikan itu, tapi setelah saya tanya ke DBMTR, pembangunan jembatan yang rusak itu akan selesai pada April 2016,” ujarnya.

Dengan adanya perbaikan dan penambahan infrastruktur di Banten, dirinya optimistis potensi pariwisata di Banten selatan akan lebih diminati.

Hal terpenting yang harus dilakukan adalah menjaga kebudayaan atau kearifan lokal di daerah.

"Kami sudah cek pembangunan jalan menuju wilayah Banten Selatan, jalan menuju Sawarna sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih ada beberapa titik yang belum selesai," ucapnya.

Tag : banten
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top