Kantong Plastik Berbayar: BLH Tangerang Segera Sosialisasikan di Pasar Tradisional

Oleh: Amanda Kusumawardhani 27 Februari 2016 | 00:47 WIB
Diet Kantong Plastik/Antara-Wahyu Putro A

Bisnis.com, TANGERANG-- Pemerintah Kota Tangerang fokus menyosialisasikan kebijakan kantong plastik berbayar kepada kalangan peritel modern pada tahun ini.

Pasalnya, kalangan peritel modern dinilai lebih mudah dibina ketimbang pasar tradisional. Tak hanya itu, asosiasi terkait misalnya Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APBI) sudah menyetujui kebijakan tersebut sehingga sosialisasi menjadi lebih mudah.

“Ritel modern itu sosialisasinya lebih top down, konsumennya juga tergolong menengah ke atas sehingga lebih mudah diatur. Pemda juga memiliki kekuatan di izin, sebaliknya pasar tradisional lebih ke individu dengan beragam latar belakang,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerang Lisa Pusapadewi kepada Bisnis, Jumat (26/2)

Dalam waktu dekat, BLH Tangerang dengan dinas terkait juga berencana untuk segera melakukan sosialisasi ke pasar-pasar tradisional yang tersebar di 13 kecamatan. Hingga evaluasi kebijakan ini pada Juni mendatang, pihaknya tak ingin terburu-buru melakukan sosialisasi ke pasar tradisional.

“Pasar Anyar di Tangerang akan menjadi bidikan awal pemda untuk melakukan sosialisasi ke pasar tradisional. Jika dilihat dari konsumsi kantong plastik, penggunaan pasar tradisional memang masih mendominasi ketimbang ritel modern,” ujarnya.

Untuk sementara, Pemkot Tangerang juga masih mematok harga tiap kantong plastik senilai Rp200. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor. S.1230/PSLB3-PS/2016 tentanh Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar.

“Selama masa evaluasi sejak kebijakan kantong plastik ini berlaku hingga enam bulan kemudian, kami akan melakukan pemantauan terhadap konsumsi kantong plastik. Apakah ini [kebijakan] efektif dalam mengurangi konsumsi kantong plastik atau justru tidak menimbulkan dampak apapun, enam bulan ini akan terlihat,” tambahnya.

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer