Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Rumah Subsidi Diprediksi Naik 30 Persen

Kebijakan DP 0 persen, penghapusan PPN, kemudahan mendapat subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan akan membuat masyarakat tertarik dan memanfaatkannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Maret 2021  |  13:03 WIB
Ilustrasi. - Antara/Raisan Al Farisi
Ilustrasi. - Antara/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, SERANG - Reza Wijaya selaku Project Manager Bukit Mas Residence, Kota Serang, menyambut positif kebijakan pemerintah di bidang rumah subsidi yang diprediksi menggairahkan pengembang di segmen ini.

"Kami perkirakan permintaan rumah subsidi akan tumbuh 20 sampai 30 persen pada tahun 2021. Hal ini karena kebutuhan rumah murah di Banten masih tinggi mencapai 500 ribu unit per tahun," kata Reza dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2021).

Menurut Reza, kebijakan DP 0 persen, penghapusan PPN, kemudahan mendapat subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan akan membuat masyarakat tertarik dan memanfaatkannya.

"Buktinya awal Februari 2021 ini ada peningkatan potential buyers di Bukit Mas Residence sekitar 15 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Reza.

Mengantisipasi peningkatan permintaan itu, kata Reza, management Bukit Mas Residence menawarkan 2 tipe produk unggulan sesuai dengan kebutuhan rumah dengan harga terjangkau (subsidi), yaitu tipe 28/60 (LB/LT) dan tipe 30/60.

"Untuk tipe 28/60 DP all in hanya Rp1 juta untuk KPR bersubsidi dan diberikan bonus pompa semi jetpump dan rumah dicat produk Jotun. Sementara untuk tipe 30/60 dengan DP Rp5 juta dan punya keunggulan posisi terdepan di kawasan Bukit Mas Residence, dan bonus carport, tembok belakang, pompa semi jetpump, menggunakan cat Jotun,” jelas Reza.

Mengingat lokasinya berada di tengah Kota Serang (Kec. Cipocok Jaya) yang bebas banjir, Reza optimis perumahannya menjadi pilihan utama bagi kalangan MBR. Sebab kini sangat sedikit lokasi perumahan subsidi yang berada di tengah kota, umum dikembangkan semakin menjauh dari kota.

Bukit Mas Residence dibangun di atas lahan 10 hektare sebagai tahap awal pembangunan, dengan total potensi pengembangan seluas 13 hektare, dengan konsep perumahan yang mengintegrasikan kawasan hunian, area komersial, dan kemudahan aktifitas, dan kebutuhan para penghuninya dalam satu kawasan.

"Perumahan kami merupakan salah satu perumahan bersubsidi yang lokasinya sangat strategis di tengah Kota Serang dengan harga terjangkau. Hanya sekitar 300 meter dari RSUD Kota Serang, 5 menit ke terminal Pakupatan, 10 menit ke Mall Of Serang, dan dekat dari Gerbang Tol Serang Timur. Akses tol ke Jakarta dan sekitarnya sangat mudah dengan akses ke Tol Serang Timur hanya sekitar 12 menit dari lokasi perumahan," ujar Reza.

Meski “judulnya” rumah subsidi, Reza menegaskan, lokasi Bukit Mas Residence sangat strategis (di tengah kota), punya lingkungan yang hijau, dan rindang.

Rumah di lokasi ini ditawarkan untuk tipe 28/60 Rp143,5 juta dan 30/60 Rp147,5 juta.

Sekarang ini lingkungan perumahan yang dibangun PT Prima Karya Propertindo, anak perusahaan Vista Land Group ini sudah terbentuk dengan pembangunan rumah sudah mencapai lebih 200 unit sederhana dan beberapa unit ruko.

"Di tahun 2021 ini kami mencanangkan untuk membangun kurang lebih 200 unit rumah dalam pengadaan rumah bersubsidi bagi MBR. Dengan optimisme masyarakat yang tinggi serta stimulus dari pemerintah yang luar biasa, sektor properti dapat tumbuh dan ekonomi Indonesia kembali membaik," pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten rumah subsidi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top