Lebak Kekurangan 4.000 Tenaga Guru PNS

Lebak sudah mengajukan kekurangan guru itu kepada pemerintah pusat agar ada pengangkatan PNS baru.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 November 2019  |  16:49 WIB
Lebak Kekurangan 4.000 Tenaga Guru PNS
Presiden Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan guru penerima penghargaan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia, di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, LEBAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan saat ini Kabupaten Lebak mengalami kekurangan 4.000 tenaga guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) untuk jenjang pendidikan SD dan SMP.

"Kami sudah mengajukan kekurangan guru itu kepada pemerintah pusat agar ada pengangkatan PNS baru," kata Wawan saat menyambut Hari Guru di Lebak, Senin (25/11/2019).

Kekurangan guru tersebut tentu berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan di daerah itu,sehingga perlu adanya penambahan tenaga pendidik.

Bahkan, diperkirakan tiga tahun ke depan dipastikan Kabupaten Lebak akan terjadi kelangkaan sebab tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun jumlahnya mencapai ribuan orang, terutama pengangkatan PNS tahu 1980-an.

"Kami berharap kekurangan guru itu dapat terpenuhi sehingga mutu dan kualitas pendidikan dapat direalisasikan," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya setiap tahun mengusulkan kekurangan guru tersebut agar ada pengangkatan guru yang jumlahnya hingga 2.000 orang.

Saat ini, sejak dua tahun terakhir kuota penerimaan guru berstatus PNS relatif kecil hingga 350 orang. Oleh karena itu, pihaknya terpaksa mengangkat guru tidak tetap (GTT) untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar.

Saat ini, jumlah guru SD dan SMP di Kabupaten Lebak yang berstatus PNS tercatat di atas 6.000 orang. Sedangkan, kata dia, kekurangan guru hingga kini sebanyak 4.0800 orang jenjang SD dan SMP di 28 kecamatan.

"Kami minta pengangkatan guru PNS itu bisa terpenuhi sehingga mendukung program Lebak Pintar," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Lebak menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 untuk mensukseskan program pendidikan 12 tahun.

Namun, kekurangan guru tersebut tentu akan menjadi hambatan, terlebih sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Saat ini, ujar dia, sekolah jenjang SD dan SMP masih ditemukan tenaga pengajar hanya dua orang yang berstatus PNS.

Mereka melayani jumlah rombongan belajar (rombel) ratusan siswa. Semestinya, kata dia, idealnya satu guru melayani rombongan belajar sebanyak 25 siswa. "Kami minta kekurangan tenaga guru PNS itu bisa dipenuhi dalam kurun tiga sampai empat tahun," katanya.

Kepala SDN 2 Kalanganyar Kabupaten Lebak Ujang mengatakan dirinya kini mengalami kekurangan guru sebanyak tiga orang, sehingga terpaksa merekrut tenaga guru tidak tetap.

"Kami berharap tahun depan bisa terpenuhi tenaga pengajar agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banten, guru

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top