Kenaikan Harga Sewa Rumah Dorong Inflasi di Banten

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 146,47 pada Juli menjadi 147,08 pada Agustus 2019. Secara year-on-year terjadi kenaikan 3,76 persen, sedangkan selama tahun berjalan (Januari-Agustus 2019) inflasi mencapai 2,71 persen.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 02 September 2019  |  18:10 WIB
Kenaikan Harga Sewa Rumah Dorong Inflasi di Banten
Suasana perumahan di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Inflasi selama Agustus 2019 di Provinsi Banten mencapai 0,42 persen, terutama didorong oleh kenaikan biaya sewa tempat tinggal dan sejumlah harga pangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 146,47 pada Juli menjadi 147,08 pada Agustus 2019. Secara year-on-year terjadi kenaikan 3,76 persen, sedangkan selama tahun berjalan (Januari-Agustus 2019) inflasi mencapai 2,71 persen.

Enam dari kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yaitu berturut-turut: kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 1,26 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,91 persen, kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,54 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,13 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami kenaikan sebesar 0,07 persen.

Sementara itu, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks yaitu sebesar -0,53 persen.

“Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada bulan Agustus ini adalah sewa rumah, cabe merah, melon, cabe rawit, emas perhiasan, kangkung, roti tawar, gado-gado, bahan bakar rumah tangga dan kembung,” tulis BPS, Senin (2/9/2019).

inflasi banten agustus 2019

Kesejahteraan Petani

Di sisi lain, BPS melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Banten pada Agustus 2019 sebesar 100,55 atau naik 1,29 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Peningkatan NTP dikarenakan oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)

“Pada Agustus 2019 terjadi inflasi perdesaan di Provinsi Banten sebesar 0,58 persen yang terjadi pada semua kelompok pengeluaran dengan kenaikan berturut-turut mulai dari kenaikan terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, sandang, perumahan, pendidikan, rekreasi, dan olahraga, kesehatan, serta transportasi dan komunikasi.”

Adapun, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Banten pada Agustus 2019 mencapai 107,23 atau naik 1,53 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Agustus dibandingkan keadaan Juli untuk Gabah Kering Giling (GKG) mengalami kenaikan 11,25 persen sedangkan Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan sebesar 12,47 persen.

Rata-rata harga gabah pada Agustus 2019 di tingkat petani untuk kualitas GKG Rp5.029 dan GKP Rp4.552 per kg.

“Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp4.000 per kg untuk kualitas rendah dengan varietas Inpari 32 dan harga tertinggi di tingkat petani sebesar Rp5.100 per kg untuk kualitas GKG dengan varietas Ciherang,” ungkap BPS Banten.

Upah nominal buruh tani pada Agustus 2019 dibanding bulan Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen, atau naik dari Rp63.722 per hari menjadi Rp63.871 per hari. Namun, secara riil mengalami penurunan sebesar 0,35 persen, yakni turun dari Rp44.442 per hari menjadi Rp44.288 per hari.

NTP Banten

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banten

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top