Banten Aktif Datangi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Perumahan

Penelusuran kendaraan langsung ke rumah wajib pajak untuk meningkatkan pendapatan PKB dan meminimalisir tunggakan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  14:44 WIB
Banten Aktif Datangi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di Perumahan
Ilustrasi pajak kendaraan. - Beritajakarta.com

Bisnis.com, SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) secara 'door to door' mendatangi para wajib pajak yang berada di komplek-komplek perumahan di wilayah Kota Serang, sebagai upaya memaksimalkan pendapatan pajak kendaraan bermotor serta mempermudah pelayanan bayar pajak di Provinsi Banten.

"Tidak hanya mengonfirmasi wajib pajak atas kendaraan yang dimilikinya, tim Bapenda juga membawa serta mobil Samsat Keliling untuk mempermudah wajib pajak membayar kewajibannya," kata Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sohari di Serang, Kamis (27/6/2019).

Ia mengatakan penelusuran kendaraan langsung ke rumah wajib pajak ini merupakan kegiatan rutin Bapenda untuk terus meningkatkan pendapatan PKB dan meminimalisir tunggakan. Oleh karenanya, upaya ini dilakukan untuk mengingatkan wajib pajak agar taat membayar pajak kendaraannya.

"Sebenarnya sifatnya mengingatkan kalau dari kami, karena kan ada saja wajib pajak yang karena terlalu sibuk bekerja menjadi lupa atau malas karena lelah, jadi kita ingatkan sekaligus dekatkan pelayanannya. Karena kan kita bawa juga mobil Samling nya," kata Opar seraya mengatakan salah satu lokasi yang didatangi yakni Komplek Perumahan Griya Permata Asri, Dalung, Kota Serang.

Opar menjelaskan, saat sekarang ini bukan lagi zamannya sulit membayar pajak. Karena, pemerintah telah melakukan banyak inovasi dalam pembayaran pajak kendaraan yang lebih praktis, cepat dan mudah bagi wajib pajak. Seperti dengan pembayaran melalui Kantor Pos, ATM Bank mitra kerja sama hingga Indomaret dan Alfamart.

"Itu belum termasuk mobil dan motor Samling dan gerai-gerai yang ada di tempat-tempat keramaian, termasuk upaya-upaya yang melibatkan kepolisian itu rutin kita lakukan hampir setiap hari," kata Opar.

Kegiatan tersebut, kata Opar, sebelumnya dilakukan secara rutin oleh masing-masing UPT Samsat di bawah kewenangan Bapenda Banten. Namun, untuk lebih memaksimalkan maka pusat Bapenda juga ikut terjun ke lapangan.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah Tb Regiasa Fajar mengatakan, mengingat wajib pajak dengan potensi pajak cukup besar tinggal di perumahan- perumahan, maka Kota Serang khususnya 56 komplek perumahan akan menjadi wilayah pertama yang akan dilakukan konfirmasi pajak kendaraan. Untuk potensi kendaraan bermotor se-Provinsi Banten, Bapenda mencatat sebanyak 5.015.506 unit dan tunggakan kendaraan bermotor sebanyak 2.135.484 unit.

"Kota Serang termasuk cukup banyak dengan jumlah tunggakan ada 680 unit dengan rincian, roda dua sebanyak 420 unit, roda empat 260 unit. Rencananya ini dilakukan selama 10 hari untuk Kota Serang, dan kabupaten/kota lainnya nanti menyusul," kata Regi.

Salah seorang wajib pajak, Ilmatun menyampaikan terimakasih atas kedatangan tim Bapenda Banten. Karena, dengan datangnya petugas ia menjadi tahu bahwa kendaraan yang sudah setahun lalu dijualnya belum dilakukan Balik Nama. Sehingga mengakibatkan dirinya tercatat belum membayar pajak karena pembeli mobilnya belum menunaikan kewajiban pajaknya.

"Saya jadi tahu kalau itu belum balik nama. Jadi saya tadi tandatangani berita acara bahwa mobil itu bukan lagi milik saya, agar nanti tidak ada catatan tunggakan lagi," kata Ilmatun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banten

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top