Warga Badui Turun Gunung Rayakan Seba, Diharapkan Pacu Wisatawan

Masyarakat Badui yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, "turun gunung" untuk merayakan Seba pada 4 Mei 2019 yang diperkirakan dihadiri ribuan orang.
Newswire | 18 April 2019 20:37 WIB
Pemuka masyarakat Badui bermusyawarah sebagai bagian dari persiapan perayaan Seba dalam gambar yang dilansir pada Kamis (18/4/2019). - Antara

Bisnis.com, RANGKASBITUNG – Masyarakat Badui yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, "turun gunung" untuk merayakan Seba pada 4 Mei 2019 yang diperkirakan dihadiri ribuan orang.

"Kita berharap perayaan Seba berjalan lancar," kata pemuka adat Badui juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Saija di Lebak pada Kamis (18/4/2019).

Perayaan Seba akan dihadiri ribuan warga Badui Luar (Badui Penamping) dengan pakaian hitam-hitam dan ikat kepala biru dan Badui Dalam (urang jero) yang tersebar di Kampung Cibio, Cikawartana, dan Cikeusik.Masyarakat Badui Dalam dengan ciri khas berpakaian putih-putih dan ikat kepala putih untuk merayakan Seba berjalan kaki hingga ratusan kilometer.

Perayaan Seba Badui rencananya digelar 4 Mei 2019 bertempat di Gedung Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, sebelum perayaan Seba, mereka masyarakat Badui berjalan kaki hingga 3 km dari Kampung Pariuk ke Pemkab Lebak.

"Kami yakin perayaan Seba tahun ini cukup meriah, karena panen hasil pertanian cukup bagus," lanjutnya.

Kasubag Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Lebak, Aep Dian Hendriawan menyebutkan perayaan Seba tahun ini akan menampilkan produk kerajinan masyarakat Badui. Diantaranya kain tenun, tas koja, batik dan aneka souvenir.

Perayaan Seba Badui tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisata domestik dan wisatawan asing.

Mereka masyarakat Badui merayakan Seba dengan membawa komoditas hasil bumi, seperti padi, gula aren, pisang, sayur-sayuran dan palawija. Selama ini, kehidupan masyarakat Badui mengandalkan dari bercocok tanam pertanian ladang darat.

"Dari hasil pertanian ladang itu, sebagian di antaranya diserahkan hasil bumi kepada kepala daerah," kata Aep Dian.

Dia mengemukakan perayaan Seba Baduy merupakan bentuk silaturahmi masyarakat Badui dengan kepala daerah, yakni bupati dan gubernur sebagai "Bapak Gede" atau kepala pemerintah daerah.

Kegiatan Seba Baduy dilakukan setelah warga Badui menjalani ritual kawalu selama 3 bulan. Ritual kawalu berlangsung selama 3 bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan Badui tertutup bagi wisatawan.

Perayaan Seba Badui merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak yang telah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten.

Perayaan Seba itu nanti disampaikan dari masyarakat Badui yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan.

Selama ini, masyarakat Badui tinggal di kawasan hutan Gunung Kendeng dan perlu pengamanan dan penjagaan agar kelestarian hutan tersebut tidak menimbulkan malapetaka bencana alam.

"Kami berharap Seba Badui menjadikan destinasi wisata yang bisa mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara," ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banten, BADUY

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup