Ekonomi Bali Diprediksi Tumbuh 6,4% Tahun Ini, Kontribusi Industri Keuangan Perlu Ditingkatkan

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusa Tenggara Elyanus Pangsoda mengatakan ekonomi Bali tumbuh 5,17% pada kuartal III/2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  08:32 WIB
Ekonomi Bali Diprediksi Tumbuh 6,4% Tahun Ini, Kontribusi Industri Keuangan Perlu Ditingkatkan
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, NUSA DUA -- Otoritas Jasa Keuangan Regional VIII Bali Nusa Tenggara menilai kontribusi industri keuangan perlu ditingkatkan untuk merealisasikan akeselerasi pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata, yang diperkirakan tumbuh 6% sampai 6,4% pada 2019 dibandingkan tahun lalu. 
 
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali Nusa Tenggara Elyanus Pangsoda mengatakan ekonomi Bali tumbuh 5,17% pada kuartal III/2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut erat kaitannya dengan kinerja industri keuangan selama ini.
 
Pada 2018, kinerja bank umum di Bali mengalami pertumbuhan positif dengan aset tumbuh 8,62% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp132,29 triliun. Peningkatan aset tersebut ditopang perhimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 8,77% menjadi Rp104,53 triliun.

Penyaluran kredit juga tumbuh 3,98% menjadi Rp85,97 triliun. 

"Kontribusi industri keuangan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi menjadi penting untuk kita tingkatkan pada 2019," ujarnya, Selasa (29/1/2019).
 
Sementara itu, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali mencapai Rp4,51 triliun, meningkat 35,04% pada 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun jumlah debitur KUR di Bali sebanyak 119.183 orang.

Sebagian besar KUR disalurkan ke sektor perdagangan besar dan eceran, dengan porsi 58,85%.
 
Rasio Non Performing Loan (NPL) terkait penyaluran KUR di Bali masih terjaga dengan baik yaitu sebesar 0,69%. Kontributor NPL terbesar berasal dari sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan nilai Rp18,73 miliar atau sebesar 48,34% dari total KUR yang tergolong NPL.
 
“Kondisi alam Bali yang dihadapkan pada aktivitas Gunung Agung cukup mempengaruhi kondisi usaha dan kemampuan kreditur pulau ini,” terang Elyanus. 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top