Kopi Ngebel Diapresiasi di Swedia, Kini Mulai Dikembangkan

Oleh: Abdul Jalil 12 Oktober 2018 | 06:55 WIB
Kopi Ngebel Diapresiasi di Swedia, Kini Mulai Dikembangkan
Ilustrasi./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, PONOROGO – Pemerintah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kini sedang gencar mempromosikan hasil kopi dari petani masyarakat setempat. Terlebih saat kopi asli Ngebel ini sampai di ajang kontes kopi internasional di Swedia.

Kopi asli Ngebel ini diberi nama Hargo Kiloso, sesuai dengan nama dusun tempat kopi ini ditanam. Kopi Hargo Kiloso ini tentu menjadi pelengkap dalam konsep wisata alam Telaga Ngebel. Sehingga pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan alam telaga saja, melainkan juga bisa menikmati kopi yang rasanya nikmat.

Camat Ngebel, Suseno, mengatakan sejak satu tahun terakhir tanaman kopi Hargo Kiloso ini mulai dikembangkan di wilayah Kecamatan Ngebel. Kawasan Ngebel sangat pas untuk mengembangkan tanaman kopi ini karena lahannya berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) sampai 1.300 mdpl.

"Kondisi ketinggian muka tanah di kawasan Ngebel ini membuat biji kopi dari Ngebel disebut-sebut sebagai kopi yang sudah sedap sejak dari pohonnya. Kita punya potensi luar biasa di kopi ternyata," kata dia dalam siaran pers, Rabu (10/10/2018).

Ada dua desa di Kecamatan Ngebel yang disebut-sebut sebagai lokasi berkembangnya kopi Hargo Kiloso yaitu Desa Talun dan Desa Pupus. Kedua desa ini berada di atas Telaga Ngebel dengan jarak antara 2-3 km.

Suseno menyampaikan kopi Hargo Kiloso ini mulai dikenal saat mengikuti kontes kopi di Yogyakarta. Saat itu, kopi ini menjadi salah satu kopi terbaik. Dari hasil yang membanggakan itu, kopi asli Ngebel ini dibawa ke Swedia saat kontes kopi internasional. Kopi hasil tangan petani ini juga mendapatkan apresiaisi.

Setelah pengakuan di kontes kopi ini, sejumlah petani di Ngebel mulai mencoba untuk menanam kopi. Sedangkan pohon cengkih yang sudah menjadi tua akan mati dan tanamannya diganti kopi.

"Kita mulai tanami kopi dengan jenis yang sama dengan yang sudah ada ratusan tahun di sini. Bibit tidak khawatir kekurangan sebab pohon yang lama saat menggugurkan bunganya bisa menghasilkan pohon baru yang bagus,” terang dia.

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo, Addin Andamawir, mengatakan kopi Ngebel ini akan difasilitasi dalam pengembangan. Dinas perdagangan juga bisa memberikan dorongan berupa promosi hingga pemasaran.

“Kita siap kembangkan seperti standarisasi, kemasan dan juga mengenalkan ke berbagai pasar. Kita siap memamerkan produk ini sebagai unggulan,” ujar dia.

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer