BUMN Bersinergi Beri Sambungan Listrik Gratis ke 359 KK di Serang

Oleh: Denis Riantiza Meilanova 13 Juli 2018 | 20:38 WIB
Menteri BUMN Rini M. Soemarno memasang lampu pada salah satu rumah warga Desa Panenjoan, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, pada program bantuan penyambungan listrik dari Sinergi BUMN pada Jumat (13/7/2018)./Bisnis.com-Denis Riantiza Meilanova

Bisnis.com, SERANG – PT PLN (Persero) bersinergi dengan PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan penyambungan listrik gratis bagi 359 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Kecamatan Carenang (317 KK) dan Kecamatan Tanara Cikupa (72 KK), Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Penyambungan listrik di Banten ini juga terwujud dari partisipasi BUMN lainnya, seperti PT Angkasa Pura II (Persero), PT Taspen (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Airnav Indonesia, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Total 1.332 KK di Kabupaten Serang akan secara bertahap memperoleh sambungan listrik hingga 31 Juli 2018. Untuk total 1.268 KK di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, target listrik menyala pada 16 Agustus 2018.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mengatakan masih banyak masyarakat yang belum dapat menikmati listrik karena tidak mampu membayar biaya penyambungan yang mahal.  Biaya penyambungan baru daya 450 VA ditaksir hampir mencapai Rp1 juta.

"Kita nambah pembangkit, jaringan, ada tiang listrik tapi masih banyak rumah yang tidak tersambungkan.  Masalahnya bukan nggak bisa bayar bulanan, tapi bayar sambungannya mahal," ujar Rini saat meninjau pelaksanaan program penyambungan listrik di Desa Panenjoan, Carenang, Serang, Banten, Jumat (13/7/2018).

Tahun ini, penyambungan listrik gratis Sinergi BUMN ditargetkan dapat mencapai 40.000 KK di Banten dan Jawa Barat. Perinciannya, 8.000 berada di Kabupaten Cianjur, 9.400 di Kabupaten Garut, 3.000 di Kabupaten Pangandaran, 7.000 di Kabupaten Sukabumi, 10.000 di Kabupaten Tasikmalaya, semua di Jabar, serta 2.600 di Kabupaten Serang, Banten.

"Sekarang itu dulu. Kami lihat pendanaan BUMN dulu, kalau bisa lebih banyak. Setelah Banten, Jabar, mungkin Jawa Tengah," kata Rini.

Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengungkapkan, masyarakat kurang mampu yang mendapat bantuan penyambungan listrik ini akan mendapatkan listrik PLN daya 450 Volt Ampere (VA) dengan tarif bersubsidi dan sistem layanan prabayar.

“Kami terus bekerja keras bagi pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat terutama rumah tangga tidak mampu yang mengalami kesulitan secara finansial untuk bisa mengakses listrik langsung ke PLN. Hal ini salah satunya dengan sinergi antar-BUMN yang sudah dibangun dan terus mendapat dukungan dari pemerintah,” katanya.

Salah satu warga penerima bantuan penyambungan listrik gratis, Mungkat Sajuki, mengaku selama ini hanya mengandalkan lampu teplok sebagai penerangan. Sebulan dia harus mengeluarkan biaya pembelian minyak tanah Rp45.000 untuk menyalakan lampu teplok.  "Satu liter Rp9.000 hanya terpakai untuk 6 hari," tuturnya.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat Haryanto W. S. berharap penyambungan listrik ini dapat bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat. Dia berujar dengan tersambungnya ke jaringan listrik PLN, maka biaya bulanan yang dikeluarkan untuk penerangan akan jauh lebih murah. "Kalau pakai listrik PLN tidak lebih dari Rp25.000 biayanya.”

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya