Nelayan Lebak Dijanjikan Alat Tangkap

Oleh: Rustam Agus 17 April 2018 | 11:35 WIB
Nelayan Lebak Dijanjikan Alat Tangkap
Nelayan/ANTARA-Irwansyah Putra

Bisnis.com, LEBAK--Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen menyalurkan bantuan alat tangkap nelayan guna mendukung swasembada ikan dan juga peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

"Kita setiap tahun menyalurkan bantuan alat tangkap nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan," kata Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil dan Pembudi Daya Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Lebak Rizal Ardiansyah di Lebak, Banten, Selasa.

Penyaluran sarana alat tangkap itu diantaranya sebanyak 5 unit kapal berkapasitas 3 grosston (GT), 5 unit jaring gilnet dan 5 unit GPS (Global Positioning System).

Selama ini, nelayan Kabupaten Lebak sangat membutuhkan bantuan sarana alat tangkap untuk meningkatkan produksi juga ekonomi masyarakat pesisir.

Alat tangkap nelayan perlu adanya peremajaan, terutama kapal berkapasitas 3 GT.

Saat ini, jumlah kapal 3 GT tercatat 640 unit dan rata-rata berusia 10 tahun sehingga masuk kategori sudah tua dan daya jelajahnya sangat lamban.

Akibat kapal sudah tua,tentu produksi tangkapan tidak maksimal.

"Kami berharap bantuan sarana alat tangkap itu dapat mendongkrak produksi sehingga pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan nelayan," katanya.

Menurut dia, penyaluran bantuan alat tangkap nelayan melalui lembaga koperasi nelayan yakni Koperasi Mina Muara Sejahtera dan Koperasi Nelayan Pantai Selatan.

Koperasi itu nantinya digunakan anggota nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Pemerintah daerah berkomitmen setiap tahun mengalokasikan dana APBD untuk penyaluran alat tangkap nelayan.

Penyaluran tahun 2017, di antaranya, lima kapal berbobot 3 GT, 10 unit mesin 15 PK, alat gilnet dasar 10 unit dan 20 GPS.

Saat ini, jumlah nelayan Lebak tercatat 3.600 orang dan kebanyakan menggunakan kapal kincang berbobot 3 GT dengan mesin motor tempel.

Keberadaan kapal kincang cukup membantu peningkatan pendapatan ekonomi nelayan.

Meskipun nelayan kapal kincang menjelajah hanya lima mil dari pantai, tetapi tangkapan ikan cukup lumayan.

Bahkan kehidupan nelayan jika cuaca normal bisa meraup pendapatan sekitar Rp500-700 ribu per hari.

"Kami minta kelompok nelayan yang mendapat bantuan sarana alat tangkap dapat merawat dengan baik," katanya.

Ia juga mengatakan bantuan kapal itu bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan juga pendapatan masyarakat pesisir.

Produksi tangkapan ikan berkisar antara 3.000 sampai 3.500 ton per tahun dari 11 tempat pelelangan ikan.

Selama ini, nelayan di sini belum mampu memenuhi permintaan pasar lokal akibat penggunaan kapal mesin tempel tersebut.

"Kami optimistis melalui bantuan sarana alat tangkap itu mendongkrak produksi juga mendorong kesejahteraan nelayan," katanya.

Sejumlah nelayan Kabupaten Lebak menyambut positif bantuan kapal tersebut karena bisa meningkatkan produksi tangkapan juga pendapatan nelayan.

Saat ini, nelayan Lebak sangat membutuhkan berbagai bantuan untuk mendukung swasembada pangan ikan.

 "Kami berharap bantuan kapal itu bisa meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan," kata Iming (45) nelayan TPI Binuangeun, Kabupaten Lebak.

Sumber : Antara

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya