BPBD Lebak Siaga Bencana Alam

Oleh: Rustam Agus 10 April 2018 | 21:03 WIB
BPBD Lebak Siaga Bencana Alam
Ilustrasi/JIBI

Bisnis.com, LEBAK--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan siaga bencana alam menyusul curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.

"Kami memberlakukan siaga penuh untuk melayani masyarakat guna mengurangi risiko bencana alam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Selasa.

Berdasarkan laporan BMKG Serang diprakirakan selama sepekan ke depan curah hujan disertai angin kencang cukup berpeluang melanda wilayah Kabupaten Lebak.

Potensi cuaca buruk tersebut dapat menimbulkan bencana alam, seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Peluang hujan dan angin kencang terjadi siang hingga sore hari sehubungan adanya masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Untuk mengatasi bencana alam itu, BPBD menyiagakan personel dan relawan tangguh sebanyak 12 orang.

Para personel BPBD dan relawan siaga di Posko dan dilengkapi berbagai peralatan evakuasi juga gudang logistik.

Peralatan evakuasi itu antara lain kendaraan operasional, pelampung, perahu karet, senso, pompa penyedot air, tenda, mobil dapur umum dan lainnya.

Selain itu juga logistik diantaranya beras, air kemasan, sarden kaleng dan makanan siap saji.

BPBD juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan, Orari, pers, aparat kecamatan, dan masyarakat.

"Kami siap memberikan pelayanan kepada masyarakat jika terjadi bencana alam karena curah hujan dan angin cukup kencang," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, BPBD merasa terbantu adanya relawan tangguh karena mereka memiliki keahlian dan kompetensi dalam penanganan bencana alam.

Selain itu juga mereka mampu mengoperasikan peralatan evakuasi sehingga dapat mengurangi risiko bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa.

BPBD juga menginstruksikan kepada masyarakat, aparat kecamatan dan desa/kelurahan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.

"Kami menyiagakan personel dan relawan tangguh untuk melayani warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," katanya.

Ia mengatakan, selama ini relawan tangguh itu menjadikan andalan untuk melakukan penanggulangan kebencanaan dengan tim reaksi cepat (TRC) bisa melakukan evakuasi di lokasi banjir dan longsor.

Apalagi, Kabupaten Lebak sekitar 35 persen wilayahnya dikelilingi daerah aliran sungai sehingga setiap tahun menjadi langganan banjir dan longsor.

Relawan tangguh itu dapat bekerja maksimal karena didukung kompetensi dan keterampilan dalam menghadapi kebencanaan.

"Para relawan tangguh itu sudah terlatih sehingga tidak diragukan lagi untuk penanganan kebencanaan," ujarnya.

Yanto (40), seorang relawan, mengatakan bahwa mereka sejak sepekan terakhir bersiaga dan siap melayani masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

"Kami siaga selama 24 jam untuk membantu pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah bencana alam," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer