Pelindo III Masuk Bisnis Komersial Listrik untuk Kapal

Oleh: Peni Widarti 09 April 2018 | 15:32 WIB
Pelindo III Masuk Bisnis Komersial Listrik untuk Kapal
Dari kiri, Commercial and Operational Director Pelindo III Mohammad Iqbal, Operational Director PT Tempuran Emas Teddy Arief Setiawan, CEO Pelindo III Ari Askhara, Operation Manager PT Tanto Intim Line David Tan, Operational Director PT Mentari Line Anthony Soenardi Sudartan saat penandatanganan kerja sama pemanfaatan fasilitas shore connection atau instalasi penyaluran listrik untuk kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (9/4/2018).

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mulai menyiapkan layanan fasilitas shore connection atau instalasi penyaluran listrik untuk kapal yang sandar di dermaga pelabuhan guna menekan biaya energi 20%-30%.

CEO Pelindo III IG. N. Askhara Danadiputra atau yang akrab disapa Ari Askhara mengatakan fasilitas shore connections tersebut sebetulnya sudah lama dimiliki oleh Pelindo III untuk mengaliri listrik kapal-kapal perseroan, tetapi baru tahun ini masuk bisnis komersial.

"Fasilitas shore connections ini bisa dimanfaatkan para pemilik kapal peti kemas yang bersandar di pelabuhan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) solar," jelasnya seusai penandatangan kerja sama Letter of Intent (LoL) Pelindo III dengan 5 perusahaan pelayaran, Senin (9/4/2018).

Dia menyatakan, tarif listrik melalui shore connection tersebut cukup kompetitif yakni sekitar Rp2.150/kwh dan lebih efisien di bandingkan penggunaan BBM di mana per liter mencapai sekitar Rp7.500.

Ari mengklaim bisnis penyediaan shore plug tersebut merupakan yang pertama kali di Indonesia karena kapal-kapal yang bersandar di dermaga bahkan bisa tetap melakukan perawatan mesin kapal meski listrik tidak dihidupkan karena mendapatkan pasokan listrik dari shore connections.

Direktur PT Lamong Energi Indonesia (LEGI), yang merupakan cucu usaha Pelindo III, Edward Danner Napitupulu menjelaskan, LEGI bersama dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) melakukan kolaborasi untuk menyediakan shore connections tersebut.

"Listrik yang dipasok melalui shore connections tersebut tetap berasal dari PLN dan kami menyediakan fasilitas instalasi listriknya dari dermaga ke kapal," katanya.

Dia menjelaskan saat ini kapasitas listrik yang tersedia di dermaga-dermaga BJTI sebesar 1 MW yang bisa melayani 3 dermaga. Fasilitas tersebut baru bisa melayani kapal dengan frekuensi 50 Hz dan akan dikembangkan untuk frekuensi 60 Hz yang biasanya dimiliki kapal-kapal internasional.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer