REKOMENDASI SAHAM: Saham Sido Muncul (SIDO) Melaju ke Rp800?

Oleh: Hafiyyan 15 Februari 2018 | 09:12 WIB
Jamoe Life Style, produk terbaru dari PT Sido Muncul/Bisnis-Muhammad Khamdi

Bisnis.com, JAKARTA - Ekspektasi pertumbuhan daya beli masyarakat akan mendorong kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO). Apalagi, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan pada 2018.

Pada akhir bulan lalu, Direktur Keuangan SIDO Venancia Sri Indrijati mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 15% year on year (yoy) pada 2018. Laba bersih juga dibidik naik dua digit.

Analis Samuel Sekuritas Marlene Tanumihardja menyampaikan, pada 2018 penjualan SIDO berpeluang meningkat 6,65% yoy menjadi 2,76 triliun dari estimasi tahun sebelumnya Rp2,59 triliun. Laba bersih juga berpotensi menanjak 4,67% yoy menuju Rp515 miliar dari proyeksi 2017 senilai Rp492 miliar.

Peningkatan penjualan terjadi seiring dengan upaya SIDO memacu pemasaran produk dengan merek terkenal, seperti Tolak Angin dan Kuku Bima. Bahkan, pada April 2018 kedua merek tersebut akan hadir di Filipina sebagai upaya perluasan ekspor.

"Ke depannya, manajemen SIDO juga berencana membuka kantor cabang di Malaysia, Vietnam, dan Guatamala," paparnya dalam publikasi riset pekan lalu.

Sementara itu, EBITDA perseroan diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun, naik dari estimasi 2017 sejumlah Rp1,22 triliun. Laba operasi juga bertumbuha pada 2018 menuju Rp671 miliar dari sebelumnya Rp640 miliar.

Dari sisi produksi, sambung Marlene, manajemen sedang mengambangkan pabrik jamu cair baru. Kehadiran fasilitas baru itu membuat produksi perusahaan mencapai 200 juta sachet per bulan, dari kapasitas saat ini sebesar 90 juta sachet per bulan.

Tak pelak, proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan turut mengerek harga saham Sido Muncul. Kemarin, saham SIDO naik 25 poin atau 3,79% ke level Rp685. Sepanjang tahun berjalan 2018, harga sudah meningkat 25,69%. Sepanjang 2018, harga bergerak di dalam kisaran Rp535-Rp685.

Marlene pun merekomendasikan beli terhadap saham SIDO dengan target harga Rp800. Angka itu mencerminkan price to earning ratio (PER) 19,4 kali, turun dibandingkan dengan 2017 sekitar 20,3 kali.

Berdasarkan konsensus 5 analis di Bloomberg, 4 di antaranya juga merekomendasikan beli terhadap saham SIDO, sedangkan 1 analis menyarankan hold. Target harga rerata konsensus ialah Rp800.

Analis Mandiri Sekuritas Lakshmi Rowter turut merekomendasikan beli terhadap saham SIDO dengan target Rp800. Menurut Bloomberg, Lakshmi adalah analis yang paling akurat dalam memprediksi harga saham SIDO.

Jadi, apakah saham dengan kapitalisasi pasar Rp9,9 triliun dan PER 19,4 kali ini dapat mencapai level Rp800? 

Editor: Riendy Astria

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer