PILKADA SERENTAK : Kejutan di Ujung Pendaftaran

Oleh: John Andhi Oktaveri 11 Januari 2018 | 02:00 WIB
Bakal cagub-cawagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) dan Taj Yasin (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers usai mendaftar sebagai cagub-cawagub di Kantor KPU Jateng, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/1). Ganjar Pranowo dan Taj Yasin diusung partai PDI Perjuangan, PPP, Nasdem dan Demokrat. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

JAKARTA — Kejutan muncul di detik-detik akhir pendaftaran calon kepala daerah di sejumlah wilayah. Beberapa partai politik mengusung calon wakil kepala daerah di luar skenario yang telah disusun semula.

Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said yang diusung koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera, mengumumkan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziah sebagai calon wakil gubernur.

Ida Fauziah sejatinya tidak masuk dalam tujuh nama bakal calon wakil gubernur yang pernah disampaikan Sudirman Said.

Saat itu, Dirman—panggilan Sudirman Said— menyampaikan nama-nama cawagubya a.l. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, Ketua DPW PKB Jateng sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo Yusuf Chudlori, mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Ariyanti Dewi, Majid Kamil, Muhammad Wafi, dan Gus Yasin.

Di luar perhitungan awal, akhirnya Sudirman menjatuhkan pilihan kepada Ida yang tercatat sebagai anggota DPR periode 2014-2019 untuk daerah pemilihan Jawa Timur VIII.

Gus Yasin yang memiliki nama lengkap Taj Yasin Maimoen justru digandeng Ganjar Pranowo sebagai calon wakil gubernur.

Tak hanya di Jateng, kontestasi pemilihan gubernur di Jawa Timur juga melahirkan calon wakil gubernur untuk Saifullah Yusuf di detik-detik akhir.

Mundurnya Abdullah Azwar Anaz sebagai bakal calon wagub yang berpasangan dengan Gus Ipul –Saifullah Yusuf— membuat koalisi PDI Perjuangan dan PKB melakukan kalkulasi ulang.

Pilihan pendamping Gus Ipul jatuh ke tangan Puti Guntur Soekarnoputri. Menariknya, Puti sempat ikul seleksi calon gubernur Jawa Barat melalui PDIP. Puti merupakan anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa munculnya nama Puti sebagai pendamping Saifullah Yusuf dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur 2018 sudah dikonsultasikan dengan para kiai di Jatim.

Menurutnya, nama Puti bukan nama yang tiba-tiba muncul, bahkan juga telah dikonsultasikan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Artinya, untuk menyandingkan nama Puti dengan Gus Ipul sudah melalui pertimbangan politik yang matang.

"Setelah mempertimbangkan dengan saksama dan matang dan telah memperhatikan masukan dari kiai dari keluarga besar NU," ujar Hasto, Rabu (10/1).

Dalam kesempatan lain, PKS menyatakan dukungannya kepada Gus Ipul sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur 2018.

“Siapapun yang mendampingi, PKS dengan tekad bulat mendukung penuh Gus Ipul sebagai calon gubernur Jawa Timur," kata Sekjen PKS Mustafa.

Di Jateng, Partai Golkar mendukung pasangan Ganjar-Gus Yasin. Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu I DPP Golkar, Nusron Wahid, Golkar solid bergerak untuk mendukung Ganjar Pranowo.

Adapun, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak mendaftar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur pada 10 Januari 2018.

Khofifah-Emil datang ke KPU Jatim untuk mendaftarkan diri dalam Pilkada Jatim 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Pendaftaran berlangsung hingga pukul 13.30 WIB.

Setelah melakukan proses pendaftaran Khofifah dan Emil pun diarak ratusan massa dari berbagai partai politik keluar dari KPU Jatim.

"Kami akan berjuang dan mohon doa restunya. Bismilah, hari ini saya dan mas Emil mendaftarkan diri di KPUD," kata Khofifah seusai melakukan pendaftaran.

Berkas pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil dari pasangan Khofifah-Emil tersebut dinyatakan lengkap. (Peni Widarti/k28)

Editor: Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer