Banten Strategis, Pertumbuhan Ekonominya Lewati Nasional

Oleh: M. Richard 22 Desember 2017 | 01:54 WIB
Banten Strategis, Pertumbuhan Ekonominya Lewati Nasional
Pantai Tanjung Lesung, salah satu andalan pariwisata di Banten./Indonesia Travel

Bisnis.com, JAKARTA - Perekonomian Banten pada 2017 mencatat pertumbuhan 5,62%, di atas pertumbuhan nasional yang 5,1%. Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan pertumbuhan ekonomi Banten cukup baik dengan melampui angka pertumbuhan nasional.

Dia mengemukakan Banten merupakan 10 provinsi yang memiliki kontribusi dan potensi perekonomian terbesar nasional dengan porsi 4,12%.

"Dengan comparative advantage berupa lokasi geografis serta sumber daya alam, Banten berpotensi memiliki peran lebih besar dalam perekonomian nasional," tuturnya dalam diskusi publik di Serang, Banten, pada Kamis (21/12/2017).

Namun, dia menjelaskan tekanan inflasi Banten sepanjang 2017 relatif cukup tinggi di angka 3,4%, walaupun masih di bawah target nasional 4%. Tekanan inflasi berasal dari peningkatan tarif listrik, tarif STNK, dan BBM non-subsidi.

Meunurut Rosmaya, Banten perlu waspada terhadap stabilitas sistem keuangan. Pasalnya, ketika penyaluran kredit meningkat, non-performing loan (NPL) juga meningkat walaupun masih berada di bawah batas ketentuan 5%.

Di samping itu, pengelolaan hutang luar negeri korporasi di Banten dilaksakan sesuai ketentuan. Banten memiliki sejumlah 33 korporasi yang memiliki hutang luar negeri dalam valuta asing. "Namun mereka tertib bayar, ngutang juga dan bayar juga."

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Banten BI Rahmat Hernowo mengatakan pertumbuhan ekonomi Banten secara historis sudah beberapa tahun di atas nasional. "Jadi, sebetulnya Banten potensial untuk menunjang nasional.”

Menurutnya, lokasi yang strategis menciptakan iklim yang sehat bagi industri-industri strategis sehingga betah dan berkembang di Banten. "Industri betah dan terus berkembang di sini, artinya saya katakan sekali lagi Banten itu sangat strategis."

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer