Bupati Lebak Marah Besar di Jumat Bersih

Oleh: Newswire 03 November 2017 | 22:23 WIB
Ilustrasi/Jibiphoto

Kabar24.com, LEBAK - Banyak hal yang bisa membuat seseorang marah besar, termasuk jika melihat hal yang kotor di momen yang harusnya bersih.

Hal itu misalnya terjadi pada Bupati Lebak yang marah besar melihat tumpukan sampah di sekitar daerah aliran Sungai Ciujung sehingga bisa menimbulkan banjir juga gangguan kesehatan lingkungan.

"Kami minta warga agar menjaga kebersihan lingkungan tanpa membuang sampah sembarangan," kata Iti Octavia Jagabaya saat pelaksanaan kegiatan jumat bersih (Jumsih) di Lebak, Jumat (3/11/2017).

Selama ini masyarakat dinilai belum memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan di sekitar tepi aliran Sungai Ciujung.

Masih banyak ditemukan warga membuang sampah sembarangan di sekitar tepi aliran Sungai Ciujung. Padahal, kebersihan merupakan cerminan keimanan seseorang.

Karena itu, bupati merasa kecewa melihat tumpukan sampah di sekitar sungai.

"Kami minta warga agar memungut kembali sampah-sampah yang berserakan di sekitar Sungai Ciujung," katanya.

Menurut dia, selama ini banyak daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Lebak dijadikan tempat pembuangan sampah sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan.

Apalagi, memasuki musim hujan bisa menimbulkan banjir juga menularkan berbagai penyakit menular.

Aliran sungai di Kabupaten Lebak sejauh ini masih dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK).

Selain itu, juga terdapat habitat ekosistem yang ada di sungai tersebut.

Kerugian paling besar membuang sampah sembarangan selain menimbulkan pencemaran juga mengganggu kesehatan masyarakat.

"Kami minta masyarakat atau pun perusahaan dapat menjaga pelestarian sungai dengan tidak membuang sampah maupun limbah," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar DAS Ciujung, Ciberang dan Cisimeut agar tidak membuang sampah dan limbah.

Bahkan larangan tersebut dilengkapi dengan pemasangan papan peringatan larangan membuang sampah dan limbah ke sungai.

Hal itu dilakukan guna meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciujung.

"Dengan pemasangan imbauan larangan membuang sampah ke sungai bisa mencegah pencemaran lingkungan," katanya.

Sementara itu, sejumlah warga pencinta lingkungan mengaku prihatin melihat kondisi air Sungai Ciujung dan Ciberang, karena kerapkali dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah dari perusahaan.

Selain itu juga banyak pengendara mobil dan sepeda motor membuang sampah pada malam hari.

"Kami sering melihat warga buang sampah malam hari, sebab jika siang hari dilarang oleh pemerintah daerah dengan adanya papan peringatan itu," kata Bahtiar (40) warga Kabupaten Lebak.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer