35 Pengembang Baru Bakal Bangun Rumah MBR di Banten

Pelaku usaha menilai Banten masih menjadi lokasi andalan dalam pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ipak Ayu H Nurcaya | 19 Oktober 2017 21:43 WIB
Ilustrasi proyek perumahan sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah - Bisnis

Bisnis.com, TANGERANG - Pelaku usaha menilai Banten masih menjadi lokasi andalan dalam pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Banten Roni H. Adali memastikan sejak awal tahun hingga Oktober ini setidaknya 35 pengembang baru masuk di wilayahnya dan berkomitmen membangun hunian MBR.

Hal itu lantaran pangsa pasar yang masing tinggi dan lahan yang tersedia masih sangat luas.

Tak hanya itu, program sejuta rumah daei pemerintah pusat juga diyakini menjadi salah satu pendorong pesatnya rencana pengembangan di Banten ke depan.

"Segmen menengah bawah ini juga menjadi alternatif pengembang yang merasakan pelemahan kinerja penjualan. Apalagi dengan tawaran uang muka 1% dan cicilan ringan jadi banyak yang membeli," ungkapnya pada Kamis (19/10/2017).

Menurut Roni, ada tiga kawasan yang menjadi pilihan para pengembang baru yakni Kabupaten Tangerang, Serang, dan Cilegon. Hal ini diyakini karena harga lahan yang masih murah dibandingkan dengan kawasan lain di Tangerang.

Adapun kinerja DPD REI Banten hingga Oktober ini telah menunjukkan progres yang memuaskan. Dari 10.000 unit rumah MBR hingga akhir tahun, realisasi sudah bertengger pada angka 70%. Bahkan, Roni mengklaim jika dihitung dari jumlah unit terbangun, angka perolehan dipastikan lebih tinggi lagi.

Menurut Roni, target 10.000 unit juga merupakan revisi kedua dari target awal tahun yang dicanangkan dari 6.500 unit dan 8.500 unit. REI Banten memastikan akan menjaga tren pengembangan hunian rumah MBR guna percepatan capaian sejuta rumah.

Sementara itu, soal perizinan REI juga telah mengupayakan sinergi dengan dinas perizinan di tiap kabupaten/kota Tangerang. Meski belum sepenuhnya terealisasi percepatan, Menurut Roni tiap dinas sudah menunjukkan semangat revolusinya.

"Kami paling apresiasi di Serang kemarin, salah satu pengembang baru bahkan hanya membutuhkan 3 hari waktu penyelesaian izin. Tak hanya itu, Bupati Serang juga menegaskan akan menindak pihak yang memperlambat izin bangun di sana," tuturnya.

Tag : perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top