Ribuan KK di Lebak Huni Daerah Rawan Bencana

Oleh: Newswire 17 Oktober 2017 | 20:53 WIB
Ribuan KK di Lebak Huni Daerah Rawan Bencana
Ilustrasi: Kendaraan melintas di sisi jalan yang longsor./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, LEBAK - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan ribuan kepala keluarga (KK) di Lebak, Banten, tinggal di daerah rawan bencana alam sehingga perlu kewaspadaan saat intensitas curah hujan meningkat.

"Kami mengingatkan masyarakat, aparat kecamatan dan desa agar waspada terhadap ancaman bencana alam," kata Kaprawi.

Masyarakat Kabupaten Lebak yang tinggal di daerah rawan bencana alam itu mencapai ribuan KK. Mereka tinggal di daerah aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan.

Selama ini, potensi bencana alam di Kabupaten Lebak yang dipetakan berupa banjir, longsor, kebakaran, dan angin kencang sebab topografi di daerah itu terdapat aliran sungai, pegunungan dan perbukitan.

Karena itu, BPBD setempat mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam tersebut agar meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, saat ini curah hujan meningkat disertai angin kencang.

Bahkan, hampir setiap sore hujan lebat dan sedang juga disertai kilat, sehingga berpeluang menimbulkan bencana alam.

"Kami 4 hari terakhir ini menerima laporan sebanyak empat rumah dan satu masjid rusak berat akibat diterjang longsor," katanya pula.

Menurut dia, ribuan KK warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam itu, tersebar di Kecamatan Bojongmanik, Sobang, Rangkasbitung, Cimarga, Cibadak, Gunungkencana, Leuwidamar, Bayah, Banjarsari, Cirinten, Malingping, Lebak Gedong, Cilograng, Cijaku, Muncang, Cibeber, dan Wanasalam.

Kaprawi mengajak warga yang tinggal di daerah bantaran sungai maupun perbukitan tetap waspada menghadapi bencana alam tersebut.

BPBD hingga kini tetap berkoordinasi dengan TNI, Polri, PMI, Dinkes, kecamatan, dan desa untuk mengatasi kebencanaan itu. Kewaspadaan itu untuk meminimalkan risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kami berharap warga tetap waspada guna mencegah korban jiwa. Kami juga minta warga mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan pada malam hari," ujarnya.

Pihaknya kini mempersiapkan peralatan evakuasi di posko-posko untuk menolong korban jiwa, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam susulan. Peralatan evakuasi itu, antara lain pakaian pelampung, perahu karet, logistik, obat-obatan, dan tenda serta dapur umum.

Selain itu, juga kendaraan ambulans, dan angkutan operasional roda empat serta sepeda motor.

Pihaknya siaga selama 24 jam dengan piket bergantian sebanyak 10 orang di Posko Utama BPBD, guna melayani masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. "Kami akan bertindak cepat melakukan evakuasi bila terjadi banjir dan longsor serta angin kencang."

Sejumlah relawan tangguh Kabupaten Lebak mengaku seluruh anggotanya selalu siaga menghadapi cuaca buruk untuk mengantisipasi bencana alam.

Relawan tangguh itu selalu memantau desa-desa rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan jika curah hujan meningkat.

"Kami bersama warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam melakukan jaga malam," kata Hendi, 50 tahun, seorang relawan siaga Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan pantauan, sejumlah permukiman di Kecamatan Rangkasbitung memberlakukan piket selama 24 jam karena wilayahnya masuk daerah bantaran Sungai Ciujung, Ciberang, dan Cisimeut. Biasanya, daerah tersebut terkena luapan air sungai, sehingga menimbulkan banjir dan longsor.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer