PEMBANGUNAN DAERAH : Lebak Alokasikan Rp700 Miliar

Oleh: antara 03 Agustus 2017 | 02:00 WIB

LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengalokasikan Rp700 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah dan Alokasi Dana Desa 2017 untuk membangun infrastruktur.

“Kami berharap pembangunan infrastruktur dapat mengeleminasi kemiskinan dan pengangguran," kata Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkab Lebak Ajis Suhendi, Selasa (1/8).

Pembangunan infrastruktur yang diprioritas itu adalah jalan dan jembatan sehingga dapat menunjang akses lalu lintas dan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Sebagian besar kawasan perkampungan warga Kabupaten Lebak terdapat daerah aliran sungai sehingga jumlah jembatan penghubung antarkecamatan maupun antardesa mencapai ribuan unit.

Dari tahun ke tahun, dana pembangunan jalan dan jembatan yang dialokasikan pemkab relatif terbatas. Namun, realisasi pembangunan infrastuktur tahun ini diperkirakan mencapai Rp700 miliar melalui APBD dan ADD.

Pembangunan infrastuktur itu bertujuan mengeleminasi kemiskinan dan pengangguran.

"Kami yakin jika kondisi jalan dan jembatan itu bagus tentu peningkatan ekonomi warga meningkat karena begitu mudah memasarkan produk pertanian dan perkebunan," katanya.

Menurut Ajis, pembangunan infrastruktur melibatkan antarsatuan kerja peringkat daerah (SKPD) yang dialokasikan APBD dan masyarakat perdesaan dialokasikan ADD.

Misalnya, kata dia, ketika SKPD Dinas Kesehatan membangun puskesmas, hal lain yang juga harus dibangun adalah infrastruktur jalan dan jembatan oleh Dinas Bina Marga setempat.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Lebak Rusito mengatakan, pihaknya penyaluran alokasi dana desa dapat membebaskan desa terpencil dengan membangun infrastuktur jalan dan jembatan.

Saat ini, wilayah Kabupaten Lebak masuk kategori tertinggal di Tanah Air karena masih terdapat desa terpencil dengan kondisi infrastruktur sangat buruk, seperti jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, tidak ada pelayanan air bersih, belum tersentuh penerangan listrik dan angkutan transportasi. (Antara)

Masyarakat yang tinggal di daerah itu tentu kehidupan ekonomi mereka semakin terpuruk juga tertinggal.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer