Mendag Sidak Ke Pasar, Harga Pangan Dinilai Mulai Turun

Oleh: Destyananda Helen 16 September 2016 | 10:20 WIB
Mendag Sidak Ke Pasar, Harga Pangan Dinilai Mulai Turun
Enggartiasto Lukito sidak harga ke pasar./.Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Harga bahan pokok diklaim mulai berangsur turun usai pemerintah menetapkan harga acuan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya telah menerbitkan daftar harga acuan untuk tujuh komoditas bahan pangan. Usai daftar tersebut dirilis, dari hasil pantauan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan beberapa harga bahan pokok mulai turun.

“Kami lihat bahwa harga-harga stabil dan tidak ada gejolak signifikan. Bahkan, ada kecenderungan harga mulai turun untuk beberapa komoditi,” jelas Enggar dalam kunjungannya ke Pasar Grogol Jakarta Barat, Jumat (16/9/2016).

Untuk menjaga harga stabil, Enggar mengungkapkan pihaknya telah menugaskan Perum Bulog untuk memasok gula, beras, dan daging kerbau. Pola distribusinya, tiga bahan pokok itu disalurkan ke PD Pasar Jaya, untuk kemudian dijual ke pedagang dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Adapun dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 63/M-DAG/PER/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, pemerintah menetapkan gula dijual maksimal di level Rp12.500 per kilogram (kg). Kemudian, beras maksimum dijual ke konsumen senilai Rp9.500 per kg dan daging kerbau senilai Rp65.000 per kg.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bisnis.com di Pasar Grogol, Jumat (16/9/2016), harga beberapa komoditas bahan pokok masih berada jauh di atas level harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Harga bawang merah misalnya, masih di level Rp37.000 per kg. Cabai merah keriting dijual senilai Rp40.000 per kg, cabai merah besar Rp45.000 per kg, dan cabai rawit merah Rp35.000 per kg.

Sunardi (41), Pedagang di Pasar Grogol menuturkan harga tersebut bergantung pada harga di Pasar Kramat Jati. Menurutnya, jika stok pangan di Pasar Kramat Jati berlimpah, harga pasti turun. Sunardi menyebut dirinya hanya mengambil untung maksimal sebesar 10% karena persaingan yang ketat.

“Harga bawang ini masih mahal, yang stabil biasanya Rp20.000-Rp25.000 per kg. Tapi memang dibanding seminggu yang lalu, harga ini sudah turun. Pekan lalu harga bawang sekitar Rp40.000-Rp45.000 per kg,” jelas Sunardi.

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer