Kredit UMKM di Banten Melonjak 50%, Terdongkrak Penyaluran KUR

Oleh: Amanda Kusumawardhani 17 Mei 2016 | 13:38 WIB
Penyaluran kredit perbankan ke usaha kecil di Provinsi Banten pada kuartal I melonjak 50,17%/ILUSTRASI

Bisnis.com, TANGERANG - Penyaluran kredit perbankan ke usaha kecil di Provinsi Banten pada kuartal I/2016 melonjak 50,17% menjadi Rp8,77 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Padahal, jika dibandingkan dengan kuartal I/2015, pertumbuhan kredit usaha kecil hanya mencatatkan pertumbuhan 10,34% dari kuartal I/2014.

Berdasarkan data Indikator Banten yang dirilis Bank Indonesia, komposisi kredit UMKM mayoritas disalurkan ke usaha menengah dengan nilai Rp18,25 triliun, disusul oleh kredit ke usaha kecil Rp8,77 triliun, dan kredit ke usaha mikro Rp3,61 triliun pada periode yang sama.

“Kenaikan kredit UMKM lebih banyak disumbang oleh penyaluran kredit usaha rakyat [KUR]. Tapi, hingga saat ini, kontribusi KUR di Banten masih sekitar 2,4%," kata Manajer Unit Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Banten Jenidar Oseva kepada Bisnis, Selasa (17/5).

Jika dirinci, hanya pertumbuhan kredit usaha menengah yang mengalami perlambatan 4,28%. Padahal, pada kuartal I/2015, pertumbuhan kredit usaha menengah mencapai 15,74%.

Kendati melambat, porsi kredit ke usaha menengah masih mendominasi mencapai 59,48% dari total kredit UMKM yang disalurkan sepanjang Januari-Maret 2016.

Pada saat yang sama, pangsa kredit UMKM di Banten mencatatkan tren kenaikan sebesar 12,95% pada kuartal I/2016 dari total pinjaman perbankan senilai Rp236,83 triliun. Pada kuartal I/2015, pangsa pasar kredit UMKM mencapai 12,7%.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya untuk meningkatkan kerjasama kemitraan dengan sejumlah pusat perbelanjaan sehingga mampu meningkatkan pangsa pasar dan daya saing UMKM.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Banten, jumlah UMKM sebanyak 984.118 unit usaha dan 6.227 unit koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Nurhana mengatakan pihaknya akan melakukan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) diantaranya bekerjasama dengan mall Metropolis yaitu akan memfasilitasi 60 persen pelaku-pelaku UKM untuk melakukan promosi dan pemasaran di mall Metropolis ini.

Menurutnya, Mall Metropolis akan memberikan tempat secara gratis sampai bulan Desember tahun 2016. Selain itu, pemrov juga akan bekerja sama dengan pemrov akan melakukan kerjasama dengan pasar modern Mutiara Lippo.

“Selain itu, kami juga membidik mall-mall besar lainnya seperti Metropolis, Aeon, Alam Sutera dan seluruh hotel yang ada di Provinsi Banten agar dapat memfasilitasi ruang untuk tempat promosi bagi koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Editor: Gita Arwana Cakti

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer