Pemkab Tangerang Paparkan Investigasi Kasus DBD, Ini Hasilnya

Oleh: Amanda Kusumawardhani 13 Maret 2016 | 17:49 WIB
Nyamuk/kaskus.co.id

Bisnis.com, TIGARAKSA - Tim Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melakukan investigasi tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah (DBD) di Kabupaten Tangerang.

Anggota Tim Kementrian Kesehatan Farhani Subdit Arbovirosis mengatakan Kementrian Kesehatan telah membentuk tim untuk melakukan investigasi dan penanggulangan.

Adapun, sejumlah wilayah yang terkena dampak parah dipilih menjadi lokasi survey tersebut yakni Kabupaten Tangerang, Kabupaten Dharmas Raya, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Gianyar.

Hasil investigasi Kementerian Kesehatan menemukan distribusi kasus penderita DBD berada pada mayoritas usia produktif 15-44 Tahun dengan jumlah angka kematian yang didominasi oleh usia anak-anak yakni 5-14 Tahun.

Sementara itu faktor resiko penyakit DBD di Kabupaten Tangerang disebabkan oleh penumpukan kebiasaan masyarakat menumpuk barang bekas dan perilaku membuang sampah sembarangan sehingga nyamuk DBD mudah berkembang biak.

“Setelah ini, kami akan menindaklanjuti faktor risiko di lima puskesmas yang terdampak cukup parah yaitu Kecamatan Curug, Kecamatan Cikupa, Kecamatan Balaraja, Kecamatan Legok, dan Kecamatan Tigaraksa pada 15 -18 Maret 2016,” kata Farhani, mengutip keterangan resminya, Minggu (13/3).

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Naniek Isnaeni mengungkapkan penanggulangan KLB DBD di Kabupaten Tangerang saat ini telah menurun karena jumlah penderitanya juga menurun.

Pemkab Tangerang sendiri berencana untuk melakukan tindak lanjut terhadap upaya penanggulangan DB yakni pembentukan kelompok kerja operasional DBD di setiap kecamatan, meningkatkan intensitas PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk) secara rutin, dan penertiban pest control dalam pelaksanaan fooging oleh masyarakat dan swasta.

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer