Pekerja Berpendidikan Rendah di Desa Wilayah Banten Masih Tinggi

Oleh: Dini Hariyanti 18 Desember 2015 | 23:16 WIB
Ilustrasi: Pekerja terlatih sedang memasang cetakan fiber untuk membuat tangki septik layak./iuwash.or.id

Bisnis.com, TANGERANG--Populasi penduduk bekerja yang berpendidikan dasar di perdesaan di Provinsi Banten lebih banyak ketimbang mereka yang berdiam di perkotaan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi menjelaskan di perkotaan porsi terbanyak adalah penduduk bekerja dengan pendidikan menengah, sedangkan di desa adalah mereka dengan level pendidikan dasar.

"Di desa dan kota memperlihatkan perbedaan cukup signifikan data penduduk bekerja berdasarkan tingkat pendidikan," katanya dalam paparan Laporan Eksekutif Keadaan Angkatan Kerja Provinsi Banten Agustus 2015, Jumat (18/12/2015).

Data BPS menunjukkan pada Agustus tahun ini, penduduk bekerja di perkotaan yang berpendidikan dasar 1,34 juta orang (39,13%), pendidikan menengah 1,43 juta jiwa (41,95%), sedangkan pendidikan tinggi 646.000 pekerja (18,92%).

Sementara itu, di perdesaan ada 1,20 juta jiwa berpendidikan dasar setara 85,31%. Adapun yang berpendidikan menengah 157.000 orang (11,15%), sedangkan pendidikan tinggi sekitar 50.000 orang saja (3,54%).

Suhaimi berpendapat kondisi tersebut memperlihatkan dari sisi pendidikan bahwa kualitas penduduk bekerja di perdesaan jauh tertinggal ketimbang di kota. Di desa banyak dari pekerja yang terserap ke sektor pertanian alias bidang yang tak menuntut kualifikasi pendidikan tinggi.

"Cara mengukur kualitas tenaga kerja bisa dilihat dari pendidikan yang ditamatkan," tutur Suhaimi.

Saat ini sebagian besar orang yang bekerja di Banten secara umum hanya berpendidikan dasar setingkat SMP ke bawah. Pada Agustus tahun ini tercatat ada 52,64% yang ada di level ini. Adapun yang berpendidikan menengah setara SMA 32,94% dan pendidikan tinggi 14,42%.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya